Aktivitas penduduk di berbagai wilayah topografi di Indonesia ~ 7ABC - SMP Negeri 1 Karangampel

Aktivitas penduduk di berbagai wilayah topografi di Indonesia ~ 7ABC

Pada dasarnya manusia memanfaatkan lingkungannya dalam berbagai bentuk aktivitas dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Jika dicermati lingkungan sekitar kita maka kegiatan atau aktivitas penduduk di berbagai tempat dapat sama dapat pula berbeda – beda. Salah satu penyebab aktivitas penduduk adalah faktor alam
berupa topografi. Ananda tentu masih ingat, apakah yang dimaksud dengan topografi? Ya, benar secara sederhana topografi adalah relief. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut ini!

Gambar 2.10. Sawah di dataran rendah  dan  Gambar 2.11. Sawah di lereng gunung

Gambar tersebut menunjukkan perbedaan cara bertani sawah di dataran

Gambar tersebut menunjukkan perbedaan cara bertani sawah di dataran rendah dan di lereng pegunungan. Hal tersebut sebagai bukti bahwa topografi ( relief ) wilayah mempengaruhi cara – cara manusia beraktivitas.

1. Aktivitas Manusia di Pantai dan Daerah Pesisir.
Negara kita Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia dengan garis pantainya yang sangat panjang. Dari sejak jaman dahulu kala wilayah pantai dan pesisir di Indonesia telah menghidupi jutaan penduduknya. Berbagai aktivitas penduduk dapat ditemukan di daerah pantai dan pesisir wilayah Indonesia. Untuk jelasnya perhatikan gambar berikut ini!

Sumber: https://www.validnews.id/Nelayan-Harus-Sejahtera-Dari-Hasil-Laut—SwG dan https://www.mongabay.co.id/2020/02/19/rumput-laut-sumber-penghidupan-masyarakat- sumba-timur/

Gambar 2.12. Menangkap ikan dan budidaya rumput laut sebagai mata pencaharian penduduk sekitar pantai.

Sebagai negara kelautan ( negara bahari ) kegiatan masyarakat ditunjukkan seperti pada Gambar 2.12. sangat banyak dijumpai di hampir seluruh wilayah pantai dan pesisir Indonesia. Aktivitas kehidupannya antara lain :

a. Nelayan dan Petani Tambak. Nelayan dan petani tambak umumnya merupakan mata pencaharian utama penduduk daerah pantai dan pesisir. Hasilnya, antara lain : ikan, udang, rumput laut, kerang, sotong (cumi-cumi), mutiara, garam, dan lain sebagainya.

b. Pegawai. Sebagian kecil penduduk daerah pantai dan pesisir bekerja sebagai pegawai pemerintah maupun swasta. Bidang pemerintahan, dan layanan masyarakat lainnya seperti jasa pariwisata menjadi salah satu pilihan aktivitas
penduduknya.

c. Bekerja di sektor industri. Sebagian wilayah pantai dan pesisir Indonesia juga menjadi lokasi industri-industri besar, dan tidak sedikit pula penduduk yang bekerja di sektor ini. Industri pengolahan dan pengawetan ikan akan
memberikan nilai tambah bagi produksi ikan dari kawasan pantai dan pesisir, sehingga mampu meningkatkan taraf kehidupan nelayan.

d. Berdagang. Sebagian dari masyarakat pantai dan pesisir Indonesia bermata pencaharian sebagai pedagang berbagai kebutuhan pokok di lingkungan. Demikian pula dijumpai sebagai pedagang besar dengan komoditas yang
diperdagangkannya ikan dan rumput laut baik yang masih segar maupun sudah diolah atau diawetkan. Jika Anda adalah salah satu dari penduduk daerah pantai atau pesisir dan sebagai nelayan apakah menjual ikannya masih dalam keadaan segar atau sudah diolah ( diawetkan ) ?

Permukiman atau perkampungan nelayan di daerah pantai atau pesisir umumnya menempati muara-muara sungai besar. Penduduk membangun permukimam dengan pola memanjang (linier) mengikuti alur sungai atau garis
pantai. Situasi permukiman sebagian tertata, tetapi sebagian lainnya tidak tertata sehingga terkesan kumuh. Perhatikan gambar berikut ini! Menurutmu dilihat dari aspek lingkungan yang baik, mana dari kedua gambar tersebut yang menunjukkan lingkungan yang lebih baik?

https://penginapan.net/kampung-nelayan-situbondo-destinasi-wisata-murah-populer/ dan https://medium.com/nekropolis/kampung-tongkol-dan-masa-depan-penataan-permukiman- kumuh-di-perkotaan-indonesia-6844bed0f2ec

Gambar 2.13. Permukiman Tepi Pantai dan Muara Sungai

Permukiman penduduk di daerah pantai dan pesisir merupakan salah satu permasalahan yang kini dihadapi oleh pemerintah Indonesia dalam pemberdayaan masyarakat pantai dan pesisir. Permasalahan lainnya, antara lain: peningkatan kesejahteraan hidup masyarakat pantai dan pesisir, abrasi pantai, dan menghilangnya sebagian kawasan hutan mangrove/bakau yang mengancam kelestarian ekosistem kawasan pantai dan pesisir.

Tugas Siswa 1 !

Adakah salah satu permasalahan tersebut terjadi di lingkunganmu? Coba tuliskan apa usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat di lingkunganmu untuk mengatasinya!

Kolom 1 Jenis Aktivitas 1. Nelayan 2. Petani Tambak 3. Petani Rumput laut 4. Industri perikanan

kolom 2 Kegiatan yang dilakukan

kolom 3 Hasil

 

2. Aktivitas Manusia di Dataran Rendah
Dataran rendah umumnya merupakan daerah yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Di seluruh dunia hampir ¾ penduduknya menempati daerah – daerah dataran rendah yang tersebar di berbagai wilayah benua. Dengan sifat reliefnya yang relatif datar menyebabkan fasilitas dan teknologi yang mendukung kehidupan dapat dikembangkan nyaris tanpa kendala. Sehingga muncullah berbagai aktivitas manusia di dataran rendah. Untuk lebih jelasnya perhatikan dengan cermat gambar berikut ini!

Gambar 2.14. Penggunaan Lahan di dataran rendah

Kedua gambar tersebut menunjukkan bagaimana beragamnya aktivitas di dataran rendah, ada yang beraktivitas di sawah, di pabrik, di kantor – kantor, dan lain sebagainya. Aktivitas kehidupan masyarakat daerah dataran rendah antara lain :

a. Petani sawah dan ladang. Kegiatan pertanian merupakan mata pencaharian utama penduduk daerah dataran rendah terutama di daerah pedesaan. Jenis pertanian yang dilakukan yaitu pertanian sawah dengan hasil utama padi, jagung dan pertanian ladang dengan hasil utamanya palawija dan sayur mayur. Karena relief tanahnya relatif datar, sistem pertanian yang dikembangkan umumnya tidak membutuhkan teknik terassering (kontur);

b. Pegawai. Sebagian terbesar penduduk daerah dataran rendah terutama kawasan perkotaan dan pedesaan sekitar perkotaan bekerja sebagai pegawai pemerintah maupun swasta. Bidang pemerintahan, dan layanan masyarakat
lainnya seperti jasa pariwisata menjadi salah satu pilihan aktivitas penduduknya;

c. Bekerja di sektor industri. Sebagian besar wilayah dataran rendah di Indonesia telah berkembang menjadi lokasi industri – industri besar, baik industri pertambangan maupun industri pengolahan. Guna memenuhi tenaga kerja yang dibutuhkan tidak sedikit penduduk sekitarnya yang bekerja di sektor industri. Industri pertambangan di daerah dataran rendah terutama pertambangan minyak dan gas bumi, serta sebagian bahan tambang logam, pasir dan batu kali. Sedangkan industri pengolahan terutama industri sandang, industri pangan dan
industri bahan – bahan untuk perumahan, industri pupuk dan kimia, industri mesin dan otomotif serta yang lainnya. Apakah salah satu jenis industri tersebut terdapat di lingkungan tempat tinggalmu?

d. Perdagangan Barang atau Jasa. Sebagian dari masyarakat dataran rendah di wilayah Indonesia bermatapencaharian sebagai pedagang. Kegiatan perdagangan yang dilakukan mulai dari perdagangan kecil ( eceran ) hingga perdagangan besar ( ekspor – impor ). Komoditas yang diperdagangkan berbagai produk barang atau jasa baik yang dihasilkan oleh wilayah itu sendiri maupun didatangkan dari tempat lain.

Tugas Siswa 2 !

Dataran rendah merupakan wilayah relief yang relatif rata berketinggian kurang dari 200 meter di atas permukaan laut. Pada umumnya sungai-sungai besar bermuara ke dataran rendah, hal tersebut sering mengakibatkan wilayah muara ( hilir ) menjadi sasaran banjir jika musim hujan tiba. Beberapa kota besar yang terletak di dataran rendah muara sungai sering mengalami hal tersebut. Dapatkah Anda memberikan contohnya? Mengapa hal itu terjadi? Dataran rendah pada umumnya menjadi pilihan tempat berbagai aktivitas kegiatan industri, karena kemudahan jaringan transportasinya. Demikian juga dataran rendah menjadi pilihan utama tempat pemukiman dengan berbagai pola permukiman. Pola permukiman yang umum dijumpai di daerah dataran rendah adalah memanjang mengikuti jalur transportasi ( tipe linier ) atau terpusat mengelilingi sebuah pusat kegiatan. Kepadatan penduduk di daerah dataran rendah sering menimbulkan berbagai persoalan lingkungan jika tidak dikelola atau ditata dengan baik.

Perhatikan gambar berikut ini !

Gambar 2.15. Berbagai persoalan yang muncul di dataran rendah

 

Untuk menghindari terjadinya hal yang ditunjukkan gambar tentunya membutuhkan kesadaran dari semua pihak termasuk peserta didik, karena kerusakan lingkungan yang akan menanggung akibatnya bukan lingkungan itu sendiri tetapi manusia yang akan merasakan akibatnya. Marilah kita tumbuhkan kesadaran mengelola lingkungan dengan baik mulai dari kita sendiri dan di lingkungan sendiri.

3. Aktivitas Manusia di Dataran Tinggi dan Pegunungan
Dataran tinggi dan pegunungan pada umumnya merupakan wilayah di permukaan bumi yang berelief kasar ( sangat beragam perbedaan tinggi rendahnya daerah ). Namun demikian suhu udaranya sejuk sampai dingin, sehingga pola-pola aktivitas penduduknya pun dipengaruhi oleh keadaan tersebut. Perhatikan kembali Gambar 2.10. dan 2.11. pada awal pembahasan modul ini! Kedua gambar tersebut sama – sama menggambarkan kegiatan pertanian sawah. Gambar kesatu menggambarkan sistem pertanian sawah di dataran rendah, dan yang kedua menggambarkan sistem pertanian sawah di daerah dataran tinggi atau lereng pegunungan. Mengapa sistem pertaniannya berbeda? Ya benar, relief wilayah dan tingkat erosi yang berbeda menghasilkan sistem pertanian yang berbeda pula.

Berbagai aktivitas manusia di dataran tinggi dan pegunungan, di antaranya dapat diperhatikan pada gambar berikut ini.

Gambar 2.16. Berbagai aktivitas di dataran tinggi atau pegunungan

Berbagai aktivitas manusia di dataran tinggi atau pegunungan antara lain sebagai berikut :

a. Petani ladang dan kebun. Kegiatan pertanian ladang dan perkebunan merupakan mata pencaharian utama penduduk daerah dataran tinggi dan pegunungan terutama di daerah pedesaan. Jenis pertanian yang dilakukan yaitu pertanian ladang dengan hasil utamanya  jagung, palawija dan sayur – mayur. Sedangkan pertanian kebun umumnya dikelola secara besar – besaran oleh pemerintah maupun swasta dengan hasilnya coklat, kopi, teh dan lain sebagainya. Karena relief permukaan tanahnya yang relatif kasar, sistem pertanian yang dikembangkan umumnya menggunakan teknik terassering (kontur).

b. Pegawai. Sebagian besar penduduk daerah dataran tinggi dan pegunungan terutama kawasan perkotaan dan perdesaan sekitar perkotaan bekerja sebagai pegawai pemerintah maupun swasta.

c. Bekerja di sektor industri. Di daerah dataran tinggi dan pegunungan kecuali pada wilayah tertentu agak jarang dijumpai industri besar. Guna memenuhi tenaga kerja yang dibutuhkan tidak sedikit penduduk sekitarnya yang bekerja di sektor industri. Industri pertambangan besar biasanya dikelola oleh perusahaan pemerintah atau swasta sedangkan pertambangan skala kecil banyak pula diusahakan oleh masyarakat seperti pertambangan pasir, batu kali, batu granit, dan lain sebagainya.

d. Perdagangan Barang atau Jasa. Sebagian dari masyarakat dataran tinggi atau pegunungan di wilayah Indonesia bermata pencaharian sebagai pedagang.
Kegiatan perdagangan yang dilakukan mulai dari perdagangan kecil ( eceran ) hingga perdagangan besar khususnya suplier ( penyalur ) buah – buahan dan sayur mayur untuk wilayah perkotaan atau masyarakat di dataran rendah. Beberapa dataran tinggi dan pegunungan di wilayah Indonesia menjadi sentra-sentra penghasil sayur mayur dan buah – buahan bagi daerah lainnya, antara lain: dataran tinggi Berastagi di Provinsi Sumatera Utara, dataran tinggi Lembang di Bandung Provinsi Jawa Barat, dataran tinggi Dieng dan Boyolali di Provinsi Jawa Tengah, dataran tinggi Batu di Malang Provinsi Jawa Timur, lereng Gunung Tambora di Nusa Tenggara. Pada umumnya wilayah tersebut merupakan daerah produsen sayur – mayur dan buah – buahan untuk wilayah lainnya.

Tugas Siswa 3 !

Dataran tinggi dan pegunungan merupakan wilayah relief yang relatif kasar berketinggian lebih dari 200 meter di atas permukaan laut. Pada umumnya sungai – sungai besar memiliki hulu di dataran tinggi dan pegunungan, hal tersebut sering mengakibatkan wilayah tersebut menjadi sasaran erosi besar – besaran dan kadang disertai tanah longsor jika musim hujan tiba. Beberapa wilayah hulu sungai di Indonesia sering mengalami kejadian erosi berat dan tanah longsor. Hal tersebut menimbulkan berbagai masalah tidak saja bagi masyarakat di daerah dataran tinggi atau pegunungan atau lebih dikenal dengan daerah hulu, tetapi juga menimbulkan persoalan bagi masyarakat yang berada di dataran rendahnya atau daerah hilir.

Perhatikan gambar berikut ini!

Sumber: https://historia.id/kuno/articles/kearifan-lokal-dalam-pengelolaan-air-vqjZr dan http://www.sasambonews.com/2019/03/komunitas-pecinta-alam-gelar.html

Gambar 2.17. Berbagai kearifan lokal di daerah pegunungan

Upaya – upaya yang telah dilakukan seperti dijelaskan pada gambar harus dihargai dan patut didukung oleh semua pihak, sehingga upaya pengelolaan daerah dataran tinggi dan pegunungan dapat memberikan manfaat yang maksimal dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungannya. Oleh karena itu diperlukan usaha yang terpadu antara masyarakat yang berada di daerah hulu ( dataran tinggi dan pegunungan ) dengan masyarakat yang berada di daerah hilir ( dataran rendah ) dalam pengelolaan lingkungan suatu daerah. Sesuai dengan bentuk relief wilayahnya yang relatif beragam, maka umumnya penduduk di daerah dataran tinggi atau pegunungan memilih lahan yang datar di wilayah cekungan atau lembah – lembah. Sehingga pola permukimannya menyebar di berbagai wilayah yang lebih kecil. Jika dicermati wilayah yang lebih kecil ini menjadi sentra (pusat) permukiman. Pola menyebar akan terlihat apabila sentra – sentra permukiman tersebut dilihat pada wilayah yang lebih luas.

Tugas Siswa 4 !

Likes:
9 2
Article Categories:
IPSKELAS VIIPrakarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Demo Title

Demo Description


Introducing your First Popup.
Customize text and design to perfectly suit your needs and preferences.

This will close in 20 seconds