B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Keras ~ 9G s.d 9K

Beberapa bahan keras yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi dalam 2 jenis, yaitu :

1. Bahan keras alam

Adalah bahan yang berasal dari sumber daya alam baik yang berasal dari hutan, bumi, dan lautyang bersifat keras.

a. Kayu memiliki ciri – ciri sebagai berikut ;

♤ Setiap kayu memiliki ciri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

♤ Selain keras rata – rata memiliki serat atau urat kayu yang indah.

♤ Memiliki lingkaran tahun, adalah lingkaran konsentris akibat pertumbuhan sekunder yang tampak berlapis – lapis akibat pergantian keadaan lingkungan.

♤ Tahan lama dan dapat dibentuk dengan diukir atau dipahat.

♤ Memiliki beban ringan seperti kayu lame dan kayu albasia, ada pula yang berat seperti kayu jati.

♤ Sebagian dapat memuai karena perubahan suhu, tidak demikian untuk kayu jati.

♤ Terdiri dari berbagai macam jenis, diantaranya kayu mahoni, pinus, jati, hitam, kelapa, nangka, lame, sungkai, albasia, meranti, kamper, bangkirai dll.

Kayu adalah Bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Penyebab terbentuknya adalah akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang.

》Jenis – jenis kayu yang ada di Indonesia diantaranya sebagai berikut ;

1. Kayu Jati, berasal dari daerah jawa tengah dan jawa timur. Memiliki karakteristik yang kuat, stabil, tahan lama, serta tahan terhadap jamur, rayap, dan serangga. Hal tersebut membuat kayu jati menjadi pilihan utama sebagai bahan bangunan, mulai dri tiang, usuk, reng, dan dinding. Selain itu, kayu jati juga digunakan untuk membuat meubel dan perabot rumah tangga seperti kursi, meja, dan lain – lain.

2. Kayu Sengon ( Albazia falcataria ) tersebar di seluruh jawa, maluku, sulawesi selatan, dan papua. Memiliki tekstur kayu agak kasar dan merata, arah serat lurus, bergelombang lebar atau berpadu, permukaan kayu agak licin dan mengilap, warna kayu teras hampir putih atau cokelat muda, serta pada kayu yang masih segar berbau petai yang lambat laun hilang jika kayunya menjadi kering. Kayu sengon banyak digunakan penduduk jawa barat untuk bahan perumahan, seperti papan, balok, tiang, kaso, dsb.

3. Kayu Mahoni, banyak ditemui diantara hutan jati di Pulau Jawa atau ditanam di tepi jalan sebagai tanaman pelindung. Kayu ini memiliki tekstur yang cukup halus, arah seratnya berpadu dan kadang – kadang bergelombang dengan permukaan kayu agak licin, serta berwarna merah muda sampai merah tua. Kayu ini dikenal baik untuk finir indah dan kayu lapis. Kayu ini juga dapat digunakan untuk meubel, panel, perkapalan ( kulit, rumah, geladak, lapisan dinding kedap air ), balok cetakan, dan barang kerajinan.

4. Kayu Sonokeling, hanya tumbuh di hutan – hutan di jawa tengah dan jawa timur, namun jumlahnya mulai berkurang. Kayu ini memiliki serat kayu yang sangat indah, berwarna ungu bercoret – coret hitam, atau hitam keunguan berbelang dengan cokelat kemerahan. Selain indah, kayu ini juga kuat dan awet, sehingga dapat digunakan sebagai material konstruksi bangunan.

⊙ Kegunaan kayu, kayu memiliki kegunaan  yang sangat besar bagi kehidupan manusia yaitu sbb :

1. Bangunan / Konstruksi, jenis kayu yang digunakan untuk bangunan harus memiliki sifat kuat, keras, berukuran besar, dan keawetan yang tinggi. Beberapa jenis kayu yang biasa digunakan untuk bangunan yaitu  kayu balau, kayu bangkirai, jati, kamper dan rasamala.

2. Perkakas ( meubel ), kayu yang digunakan untuk pembuatan perkakas/meubel dipilih yang memiliki berat sedang, dekoratif, mudah diolah/dikerjakan serta mudah dipaku, dibubut, disekrup, dilem, dan dikerat. Misalnya : kayu jati, eboni, mahoni, meranti, dan sonokeling.

3. Patung dan ukiran kayu, untuk membuat patung dan ukiran kayu, dipilih kayu yang memiliki serat lurus, bertekstur halus, berwarna gelap, liat, dan tidak mudah patah. Misalnya kayu jati,  sonokeling, melur, dan eboni.

4. Bantalan kereta api, digunakan untuk bantalan kereta api dipilih yang kuat, keras, kaku, dan awet. Misalnya kayu balau, bangkirai, belangeran, bedaru, dan ulin.

5. Alat musik, untuk pembuatan alat musik, dipilih kayu yang berstruktur halus, memiliki serat lurus, tidak mudah belah, serta memiliki daya resonansi yang baik. Misalnya kayu cempaka, nyatoh, jati dan eboni.

Tugas !

Silahkan kalian kerjakan pada link dibawah ini :

https://bit.ly/2XNRpIp

b. Bambu memiliki ciri – ciri sebagai berikut ;

♢ batangnya kuat, dapat terjadi pelapukan jika terkena air terus menerus.

♢ memiliki rongga dari ukuran 1cm hingga 20cm.

♢ memiliki ruas batang, ruas inilah yang unik.

♢ tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

♢ dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

Bambu adalah kelompok tanaman tingkat tinggi dari keluarga Poaceae yang dapat tumbuh hingga 60 cm per hari. Jenis bambu sendiri di Indonesia diperkirakan ada sekitar 159 spesies dari 1250 spesies bambu yang ada di dunia. Bahkan 88 jenis bambu diantaranya merupakan spesies endemik di tanah air.

》Jenis – jenis bambu yang ada di Indonesia sebagai berikut ;

1. Bambu Wulung ( Gigantochloa atroviolacea ) dalam keadaan segar batangnya berwarna hijau, ketika mengering berwarna kehitaman, dan kadang ungu gelap. Panjang bambu sekitar 12 – 13 meter dengan ruas sebanyak 18 – 21 ruas dan diameter pada bagian pangkal 8-9 cm. Bambu ini digunakan untuk bahan baku pulp dan kertas, kontruksi ringan, bahan anyaman, dan furniture, namun sebaiknya melalui proses pengawetan terlebih dahulu.

2. Bambu Tutul ( Bambusa maculata ) memiliki panjang lebih dari 13 meter, diameter 8-9 cm, dan terdiri atas sekitar 20 ruas. Bambu ini digunakan untuk konstruksi ringan, bahan anyaman, dan furniture. Memiliki kualitas serat I, baik sebagai bahan baku pulp maupun kertas.

3. Bambu Apus ( Gigantochloa apus ) mempunyai warna batang hijau saat masih segar dan krem setelah kering. Panjang batang sekitar sampai 11 -14 meter dengan jumlah ruas sekitar 29 ruas.   Batang bambu apus berbatang kuat, liat, dan lurus. Jenis ini terkenal paling bagus untuk dijadikan bahan baku kerajinan anyaman karena seratnya yang panjang, kuat, dan lentur.

4. Bambu Andong ( Gigantochloa pseudoarundinacea ) mempunyai warna batang hijau dengan garis – garis vertikal putih pada waktu masih segar dan berubah menjadi kuning krem atau kekuningan setelah mengering. Panjang bambu berkisar antara 17-22 meter. Bambu ini digunakan untuk   konstruksi berat, seperti jembatan, bambu lamina, dan furniture, namun didahului dengan proses pengawetan. Memiliki kualitas serat I, baik sebagai bahan baku pulp maupun kertas. Selain itu, bambu andong juga dapat digunakan untuk membuat sumpit.

5. Bambu Betung ( Dendrocalamus asper ), berwarna hijau dengan buku di bagian pangkal sering mempunyai akar pendek yang menggerombol. Bambu ini memiliki panjang sekitar 14,5 – 16,5 meter dan jumlah ruas sekitar 41-46 buah. Bambu betung memiliki sifat keras, sehingga cocok untuk bahan bangunan karena seratnya besar – besar dan ruasnya panjang. Bambu ini dapat dimanfaatkan untuk saluran air, penampunganair aren yang disadap, dinding rumah yang dianyam ( gedek atau bilik ), dan berbagai jenis barang kerajinan.

6. Bambu Ater

Nama latin bambu ater adalah Gigantochloa atter, spesies bambu yang banyak di temukan di Indonesia dan negara Asia Tenggara lainnya. Bambu ater sejauh ini banyak dimanfaatkan sebagai material bahan bangunan, sebagian masyarakat juga memanfaatkannya untuk kerajinan.

Ciri-ciri dan karakteristik bambu ater:

  • Tumbuh tegak, padat dan merumpun
  • Memiliki rebung bambu yang bewarna hijau hingga keunguan serta tertutup bulu-bulu miang hitam. Rebung bambu ater bisa diolah jadi masakan.
  • Batangnya tumbuh mencapai 22 hingga 25 meter dengan ruas-ruas 40-50 cm dan garis tenganya sekitar 5-10 cm.
  • Pelepah buluh bambu ater mudah rontok
  • Menyukai daerah yang kering dengan curah hujan sekitar 1000 mm per tahun. Tumbuh dengan baik di tanah latosol, berkapur, lempung berpasir dan tanah-tanah alluvial.

7. Bambu Bali

Bambu Bali mempunyai nama spesies Schizostachyum brachycladum, jenis bambu yang banyak ditemykan di Provinsi bali. Bambu yang berasal dari daerah Asia Tropis ini biasanya dimanfaatkan sebagai hiasan.

Ciri-ciri dan karakteristik bambu bali:

  • Tinggi pohon bambu bali mencapai 12 meter dengan diameter batang sekitar 7 cm
  • Tumbuh dengan tegak
  • Dapat menoleransi suhu minimum hingga -2 derajat Celcius
  • Memiliki batang bewarna kuning cerah dan terdapat garis-garis hijau dengan tekstru kasar
  • Daunnya bergaris kuning
  • Bambu bali bisa tumbuh dengan optimal pada lingkungan dengan iklim tropis dan membutuhkan pemukukan secara teratur.

8. Bambu Cendani

Bambu cendani memiliki nama latin Phyllostachyus aurea, oleh masyarakat dimanfaatkan untuk membuat joran pancing.Bambu cendani banyak dibudidaya karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Ciri-ciri dan karakteristik bambu cendani:

  • Batangnya halus, lurus serta selalu bewarna hijau ketika masih segar. Saat sudah berusia, batang bambu cendani akan menguning kehijauan yang pucat.
  • Pohon bambu cendani yang paling kuat tumbuh kokoh, lurus dan tegak tanpa melengkung. Dapat tumbuh sekitar 7 meter.
  • Mampu hidup pada habitan yang dinggi, kering maupun panas. Namun bambu cendani lebih menyukai daerah yang lembab untuk tumbuh dengan optimal.
  • Memiliki ruas-ruas yang pending, sehingga cocok dijadikan sebagai joran pancing ikan

⊙ Keuntungan menggunakan bahan bambu sbb ;

a. Mudah ditanam dan tidak memerlukan pemeliharaan secara khusus.

b. Bambu dengan kualitas baik dapat diperoleh pada umur 3-5 tahun.

c. Mempunyai kekuatan cukup tinggi.

d. Sifat bambu yang elastis, struktur bambu mempunyai ketahanan yang tinggi baik terhadap angin maupun gempa.

⊙ Kerugian menggunakan bahan bambu sbb ;

1. Bangunan atau perabot yang terbuat dari bambu tidak awet dan kurang dapat bertahan lebih dari 5 tahun.

2. Pada perangkaian batang – batang bambu yang dilakukan dengan paku atau pasak, menjadikan bambu mudah pecah.

3. Penyambungan bambu secara konvensional kekuatannya rendah, sehingga kekuatan bambu tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

4. Bambu mudah terbakar.

 

c. Rotan memiliki ciri – ciri sebagai berikut :

● batangnya kuat, lebih kuat dari bambu. Terutama serat batangnya sangat kokoh.

● memiliki ruas batang namun lebih samar dibanding bambu.

● tekstur batangnya halus meskipun tidak diamplas.

● dapat dipotong berbentuk sayatan ataupun bentuk utuhan.

● memiliki bentuk yang panjang bisa mencapai 10 meter karena hidupnya menjalar dan melilit, sedangkan panjangnya selalu bertambah.

● Rotan ada yang berongga dan ada yang tidak berongga.Yang berongga mempunyai ukuran 1/2cm hingga 1cm. Sedangkan yang tidak berongga merupakan bagian dalam dari rotan.

Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar di dunia. Daerah penghasil rotan di Indonesia, yaitu Pulau Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, hingga papua. Salah satu manfaat rotan adalah untuk dijadikan sebagai bahan pembuat meubel dan kerajinan tangan.

Rotan adalah sekelompok palma dari puak (tribusCalameae yang memiliki habitus memanjat, terutama CalamusDaemonorops, dan Oncocalamus. Puak Calameae sendiri terdiri dari sekitar enam ratus anggota, dengan daerah persebaran di bagian tropis AfrikaAsia dan Australasia. Ke dalam puak ini termasuk pula marga Salacca ( misalnya salak), Metroxylon (misalnya rumbia/sagu), serta Pigafetta yang tidak memanjat, dan secara tradisional tidak digolongkan sebagai tumbuhan rotan.

Jenis – jenis rotan diantaranya sebagai berikut :

1. Rotan Sigisi, tumbuh tunggal, memanjat sampai tinggi 20m pada kanopi hutan. Pelepah daun berwarna hijau tua, ditumbuhi duri rapat, tersusun tersebar, panjang duri 10-25 mm, warna duri hijau tua kehitaman.

Batangnya dapat digunakan sebagai komponen meubel baik secara natural maupun setelah melalui proses lanjutan seperti pengikisan/dipoles dengan kualitas produk meubelnya baik. Rotan ini mampu dilengkungkan dengan mudah dan hasil pelengkungannya baik, sehingga dianjurkan untuk digunakan membuat komponen meubel yang memerlukan bentuk lengkung dengan jari – jari yang kecil.

2. Rotan Udang ( Korthalsia echinometra ), tumbuh berumpun, memanjat dan bercabang pada kanopi hutan sampai 30m tingginya. Pelepah daun warna hijau mengilap, ditumbuhi oleh okrea yang menggelembung atau bentuk tonjolan kasar, berukuran panjang 9-11 cm dan lebar 5-6 cm, ditutupi duri warna hitam, rapat dan panjangnya 1,5 – 5 cm. Batang rotan ini dapat digunakan untuk komponen meubel.

Rotan udang

Korthalsia echinometra

  • Manfaat : Bahan pengikat yang cukup kuat dan mudah dibelah dalam kondisi segar.

3. Rotan Susu/Lauro manu/pondah valukan/pondas rasisagan/pondas kuluwi.

Tumbuh berumpun, memanjat sampai tinggi 15 m pada kanopi hutan. Pelepah daun warna kuning pudar, ditumbuhi duri rapat dengan bagian pangkal duri membengkak, tersusun dalam kelompok 3-5, bentuk duri segitiga pipih, panjang duri 1-70 mm, dan diantara duri besar terdapat duri kecil – kecil. Batangnya cukup baik, digunakan dalam bentuk bulat yang umumnya cukup dikikis buku atau dipoles sebagai kerangka meubel dan sebagai komponen pembuat meubel yang membutuhkan bentuk lengkung dengan radius kecil.

Kerajinan Vas yang berasal dari rotan susu

4. Rotan Batu/Gilang/Buluh/Bungkulang.

Tumbuh berumpun, memanjat sampai 30 m tingginya. Pelepah daun hijau tua, dengan indumentum warna cokelat keabu – abuan. Rotan batu yang berwarna gelap, tampilannya kurang menarik dan sebaiknya digunakan sebagai komponen rangka meubel dan atau anyaman pengisi.

 

5. Rotan Pelah/Selang/Teretes/Penjalin sepet/penjalin ayam.

Tumbuh berumpun, memanjat sampai 11m tingginya. Pelepah daun warna hijau ditutupi duri pipih berwarna hijau muda kekuningan, panjang duri 5cm, tersusun seperti sisir. Rotan ini baik digunakan untuk komponen bahan baku pembuatan meubel seperti sandaran kursi dan untuk pembuatan keranjang.

Tugas !

Silahkan kalian kerjakan pada link di bawah ini :

https://bit.ly/2XNRpIp

Likes:
11 3
Views:
5210
Article Categories:
KELAS IXPrakarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.