B. Jenis dan Karakteristik Kerajinan Bahan Lunak ~ 8E s.d 8J

Beberapa bahan lunak yang digunakan dalam pembuatan produk kerajinan terbagi menjadi 2 jenis sebagai berikut :

1. Bahan Lunak Alam

Bahan Lunak Alam adalah bahan lunak yang diperoleh dari alam sekitar dan cara pengolahannya juga secara alami tidak dicampur maupun dikombinasi dengan bahan buatan. Contoh : tanah liat, kulit, getah nyatu, bubur tisu, dan flour clay.

Sumber : Dok. Kemdikbud

Gambar 1.7. Aneka bahan lunak alam; a. Tanah liat, b. Flour clay, c. Kulit, d. Getah nyatu, dan e. Bubur tisu.

Berikut ini merupakan ciri – ciri dari bahan lunak yang perlu dikenal dan dimengerti.

a. Tanah liat

♧ Memiliki  warna yang beragam, tetapi semuanya merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang berwarna cokelat muda, tua, atau cokelat keabu – abuan, serta cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan dari masing – masing tanah tersebut.

♧ Tanah yang mengandung kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih kehitam/keabu – abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat cokelat kemerahan.

♧ Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300°C, sedangkan earthenware hanya sampai 900°C.

♧ Tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran. Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik.

♧ Campuran tanah liat adalah air.

♧ Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir ( pembakaran tinggi hingga 1300°C ), dapat pula hanya dibakar bisquit ( 900°C ) lalu diberi warna cat langsung.

b. Kulit

● Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga mudah dibentuk.

● Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem, sesuai dengan hewan yang dikuliti.

● Kulit alami jika dibakar akan berbau sate.

● Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

c. Getah Nyatu

♢ merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna putih.

♢ warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna – warni. Warna yang digunakan berasal dari pewarna alam sehingga warnanya pun natural tidak secermelang warna buatan.

♢ jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar lunak dan elastis.

♢ jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan mengeras.

d. Flour clay

♤ berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga kalis dan mudah dibentuk.

♤ flour clay juga dicampur dengan air.

♤ kerajinan flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air akan mudah rusak.

♤ pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan atau sintetis agar muncul warna – warna yang cemerlang.

e. Bubur tisu

☆ Bubur tisu memiliki tekstur yang kasar saat pertama kali            mencapurkannya atau membuatnya. Tetapi setelah di aduk sampai halus maka tekstur bubur tisu akan menjadi halus.

☆ Bubur tisu akan menghasilkan warna putih sedikit gelap saat sudah selesai mengaduk atau mencapurkannya sampai merata atau sampai halus.

☆ Bubur tisu memiliki bentuk seperti bubur2 pada umumnya, yaitu halus dan lembut saat sudah tercampur rata semuanya.

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan Lunak Buatan adalah bahan untuk karya kerajinan yang diolah dan dicampur dengan zat kimia tertentu sehingga menjadi lunak, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Beragam karya kerajinan dari bahan lunak buatan dapat dibuat berdasarkan bahan yang digunakan. Bahan yang digunakan bisa berupa polymer clay, gips, fiberglass, lilin, sabun, dan parafin.

a. Polymer clay dan Plastisin

~ Memiliki ciri – ciri yang serupa, memiliki aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.

~ Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.

~ Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan plastisin tetap seperti semula.

b. Gips

■ Wujudnya adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika  didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara dicor atau dicetak.

■ Pewarnaan biasanya setelah produk jadi.

■ Gips mudah pecah sehingga harus berhati – hati saat berkarya dengan bahan ini.

c. Fiberglass

~ memiliki struktur cair, dan jika mengering akan mengeras.

~ juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.

~ kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak / dicor.

~ campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat fiberglass dapat cepat mengeras.

~ pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun saat bahan mengering.

~ fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

d. Sabun

○ berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat padat.

○ sabun dapat pula diparut / dihaluskan dan dibentuk seperti flour clay.

○ sabun yang didiamkan akan mengeras.

○ pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat  sabun dibuat adonan.

e. Lilin dan Parafin

■ Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan mencair.

■ Pengolahan kerajinan dengan lilin dan parafin dilakukan dengan cara cetak/cor.

■ Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.

■ Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.

■ Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan dicetak kembali.

Tugas !

Silahkan kalian kerjakan pada link di bawah ini :

https://bit.ly/3kwRzM7

Likes:
11 2
Views:
3748
Article Categories:
KELAS VIIIPrakarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.