BAB 1 MANUSIA, TEMPAT DAN LINGKUNGAN ~ 7ABC

Manusia tinggal pada suatu ruang tertentu dipermukaan bumi. Tiap ruang memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan daerah / tempat lainnya. Masing – masing tempat memiliki kondisi dan potensi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Tidak ada satu ruang pun yang mampu menyediakan segala kebutuhan manusianya. Hal ini terjadi karena saling tukar menukar komoditas yang dimiliki oleh satu tempat ke tempat yang lainnya. Komoditas adalah sebuah produk atau barang yang bisa diperdagangkan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

  • Komoditas biasanya terbagi ke dalam 4 jenis, yaitu :
  • Logam
  • Energi
  • Pertanian
  • Peternakan

Interaksi tersebut tidak hanya berupa komoditas, tetapi juga interaksi sosial, budaya, politik dan lain – lain.

A. Pengertian Ruang dan Interaksi Antarruang

Ruang adalah tempat dipermukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, namun lapisan atmosfer terbawah mempengaruhi permukaan bumi. Ruang mencakup lapisan tanah dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Berbagai organisme atau makhluk hidup merupakan bagian dari ruang yang memiliki karakteristik yang khas. Karakteristik tersebut berupa tanah, batuan, tumbuhan, dan lain – lain yang berbeda dengan tempat lainnya. Misalnya, jenis batuan di suatu tempat ditemukan di tempat lainnya tetapi jenis tumbuhannya berbeda.

Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan informasi, orang, dan barang dari daerah asal menuju daerah tujuan. Menurut Bintarto ( 1987 ) Interaksi merupakan suatu proses timbal balik serta berpengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. sedangkan interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dll.

Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi, perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional, dll.

Interaksi  dalam bentuk pergerakan manusia disebut mobilitas penduduk, interaksi melalui perpindahan barang atau energi disebut transportasi, sedangkan interaksi melalui perpindahan gagasan dan informasi disebut komunikasi.

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu :

  1.  Saling Melengkapi ( Complementarity atau Regional Complementary ), terjadi jika ada wilayah – wilayah yang berbeda komoditas yang dihasilkannya. misalnya, wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan Ikan, sedangkan wilayah B membutuhkan sayuran. Jika masing – masing memiliki kelebihan ( surplus ), maka wilayah A melakukan interaksi dengan wilayah B melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

Gambar 1.1. Saling melengkapi antarwilayah dengan sumber daya yang berbeda

2. Kesempatan Antara ( Intervening Oportunity ), merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk,maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut.

Contoh, wilayah A biasa membeli ikan ke wilayah B, namun kemudian diketahui ada wilayah C yang juga penghasil ikan. karena wilayah C jaraknya lebih dekat dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah A akan beralih mambeli ikan ke wilayah C. Akibatnya, interaksi antar wilayah A dengan wilayah B melemah.

Gambar 1.2. Melemahkan interaksi karena adanya intervening opportunity.

3. Kemudahan Transfer ( Transfer Ability ), Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. jika biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada ketersediaan infrastruktur ( sarana dan prasarana ) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah A ke wilayah B, namun jalan menuju wilayah B mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah B.

Perubahan Akibat Interaksi Antarruang sebagai berikut ;

1.Berkembangnya pusat – pusat Pertumbuhan

2.Perubahan Penggunaan Lahan

3.Perubahan Orientasi Mata Pencaharian

4.Berkembangnya Sarana dan Prasarana

5.Adanya Perubahan Sosial dan Budaya

6.Berubahnya Komposisi Penduduk

Tugas !

Silahkan kalian kerjakan soal pada link di bawah ini :

https://bit.ly/3y6beHf

Likes:
22 1
Views:
536
Article Categories:
IPSKELAS VII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.