BAB 1 (PART 2) PENGUKURAN - SMP Negeri 1 Karangampel

BAB 1 (PART 2) PENGUKURAN

BAB 1

(PART 2)

PENGUKURAN


Pernahkah kamu pergi ke penjahit untuk minta dibuatkan baju? Bagaimana penjahit dapat membuatkan baju dengan ukuran yang tepat? atau pernahkah kamu melihat orang menjual buah? Bagaimanakah menentukan banyaknya buah jeruk secara akurat?
semua peritiwa di atas terkait dengan kegiatan pengukuran.
A. PENGERTIAN
– Pengukuran adalah membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang dipakai sebagai satuan.
– Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur dengan angka, contohnya panjang, waktu, massa dan lain-lain
– Satuan adalah segala sesuatu yang digaunakan untuk menyatakan hasil pengukuran
B. BESARAN
Besaran dibagi menjadi dua yakni Besaran Pokok dan Besaran Turunan
a). Besaran Pokok
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya sudah ditetapkan terlebih dahulu atau tidak diturunkan dari besaran yang lain. Contoh besaran seperti panjang, massa, waktu, suhu, kuat arus dan intensitas cahaya, dan zumlah zat. Sedangkan satuannya adalah meter, kilogram, sekon, kelvin, ampere, kandela, dan mol.
berikut ini tabel besaran pokok :

b). Besaran Turunan
Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran-besaran pokok. Besaran turunan seperti luas, kecepatan, percepatan, gaya, tekanan dan usaha. Satuan luas m² atau meter persegi, satuan kecepatan m/s, percepatan m/s², dan lain-lain.
Berikut ini tabel besaran turunan

C. Satuan
Satuan terdiri dari 2 jenis, yaitu satuan baku dan satuan tidak baku. Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak ditentukan secara resmi dan untuk orang yang berbeda menghasilkan pengukuran berbeda. Sedangkan satuan baku adalah satuan yang ditentukan secara resmi oleh para ilmuwan dan dijadikan standar acuan, satuan ini jika diukur oleh orang yang berbeda akan tetap menghasilkan pengukuran yang sama.

Contoh satuan tidak baku yang terkenal di Indonesia adalah jengkal, jengkal merupakan jarak yang dihitung dari ujung ibu jari sampai ujung kelingking. Biasanya jengkal digunakan untuk mengukur panjang, misalnya jika kamu bermain kelereng, jengkal digunakan untuk menghitung jarak kelereng satu ke kelereng lainnya.
Coba kamu bayangkan, jika tidak ada satuan baku yang disepakati, akan sulit melakukan pengukuran pada sesuatu. Misalnya kamu dan temanmu akan menghitung jarak dari rumah ke sekolah untuk melihat siapa yang lebih dekat, temanmu menggunakan inci, tetapi kamu menggunakan meter, maka hasil yang didapat akan susah dibandingkan.

Sedangkan satuan internasional atau satuan baku, berlaku dan diakui secara internasional. Satuan ini disepakati para ilmuwan pada sebuah pertemuan di Paris, Perancis tahun 1960 untuk menghindari kebingungan dan kerancuan.

Satuan internasional memiliki beberapa syarat, yaitu:
1. Tidak mengalami perubahan oleh pengaruh apapun;
2. Berlaku di semua tempat dan setiap saat;
3. Mudah ditiru;

D. Jenis Alat Ukur
1. Mikrometer Sekrup, gunanya untuk mengukur ketebalan sebuah benda ataupun diameter sesuatu
2. Penggaris atau Mistar, digunakan untuk mengukur suatu benda
3. Jangka Sorong, digunakan untuk menghitung panjang, ketebalan dan diameter sebuah benda.
4. Voltmeter digunakan untuk mengukur tegangan listrik.
5. Amperemeter, digunakan untuk mengukur kuatnya arus listrik
6. Ohmmeter digunakan untuk mencari nilai konduktivitas sebuah benda
7. Thermometer digunakan untuk mengetahui mengukur suhu
8. Barometer, digunakan untuk menghitung tekanan udara
9. Stopwatch, digunakan untuk mengukur waktu
10. Hygrometer digunakan untuk mengukur kelembaban ruang tertutup
11. Densitometer, alat yang digunakan untuk mengukur kerapatan pada zat cair.
12. Timbangan, untuk menghitung berat suatu benda.
dan masih banyak lagi lainnya.

Jika sudah memahami materi diatas, mari kita lakukan praktikum pengukuran. Berikut ini lembar kerja laporan praktikum pengukuran :

LAPORAN PRAKTIKUM

A. Judul : Pengukuran satuan baku dan satuan tak baku

B. Tujuan : Untuk mengetahui perbedaan satuan baku dan satuan tak baku,    mengetahui panjang objek benda

C. Alat /Bahan dan Objek pengukuran

  1. Alat
  • Mistar / penggaris
  • Meteran gulung/ meteran pita
  • Alat tulis
  • Jengkal tangan/ lengan tangan
  • Langah kaki
  1. Objek Pengukuran
  • Meja
  • Dinding rumah

 

D. Cara Kerja

  1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  2. Ukurlah meja dengan jengkal tangan (satuan tak baku) kemudian menggunakan mistar/ penggaris (satuan tak baku)
  3. Ukurlah dinding depan rumah dengan lengan tangan (satuan tak baku) kemudian menggunakan meteran gulung (satuan baku)
  4. Ukurlah dinding samping rumah dengan langkah kaki (satuan tak baku) kemudian menggunakan meteran gulung (satua baku)
  5. Catat hasil pengamatan pengukuran dalam table hasil pengamatan
  6. Bandingkan hasil pengukuran dengan teman
  7. Buatlah laporan hasil praktikum pengukuran

E. Hasil Pengamatan

F. Pembahasan

G. Kesimpulan


Jika sudah melakukan kegiatan pengukuran jangan lupa dokumentasikan ketika kalian melakukan kegiatan
praktikum
1. foto ketika mengukur dengan alat ukur satuan baku
2. foto ketika mengukur dengan alat ukur satuan tak baku
3. kirim 2 foto tersebut
4. kirim foto laporan tulis ke Google Classroom

Setelah memahami materi diatas silahkan ini Google form berikut ini :

Likes:
4 0
Article Categories:
IPAKELAS VII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.