BAB 2 (Part.1) Ciri-Ciri Makhluk Hidup ,Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup dan Mikroskop

BAB 2 (PART.1)

CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

SISTEM KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

MIKROSKOP

 

KOMPETENSI DASAR :

3.2.Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati

4.2.Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati

 

A. CIRI-CIRI MAKHLUK HIDUP

1. Bergerak
Karakteristik yang pertama adalah bergerak. Setiap makhluk hidup pasti bergerak. Bergerak itu adalah kemampuan suatu organisme untuk berpindah tempat atau posisi. Manusia dapat berjalan dan berlari, begitu pula dengan hewan. Bahkan, tumbuhan ternyata juga bergerak, lho! Misalnya, pergerakan bagian batang mengikuti cahaya matahari.

2. Membutuhkan Makanan
Semua makhluk hidup membutuhkan makan sebagai sumber energi. Ada 2 macam cara untuk mendapatkan makanan bagi makhluk hidup, yaitu autotrof dan heterotrof. Autotrof adalah kemampuan makhluk hidup untuk dapat menghasilkan makanan sendiri. Contohnya, seperti tumbuhan yang mendapatkan makanan dari fotosintesis. Sementara itu, heterotrof adalah kemampuan makhluk hidup yang tidak dapat menghasilkan makanan sendiri, jadi harus mendapatkan makanan dari organisme lain. Contohnya, manusia yang harus makan nasi untuk dapat energi. Nasi itu berasal dari organisme lain, yaitu tumbuh-tumbuhan.

3. Bernapas
Karakteristik selanjutnya adalah bernapas. Bernapas adalah cara makhluk hidup untuk mendapatkan energi dari pemecahan makanan. Bernapas akan memasok oksigen ke dalam tubuh makhluk hidup. Oksigen tersebut penting untuk metabolisme tubuh karena dapat menghasilkan energi bagi tubuh. Nah, manusia dan hewan darat bernapas dengan paru-paru. Kalo ikan bernapas dengan insang, sedangkan tumbuhan bernapas dengan mulut daun (stomata).

4. Tumbuh dan Berkembang
Pertumbuhan pada makhluk hidup dapat ditandai dengan penambahan tinggi, berat, dan volume. Misalnya, seperti yang kamu alami saat ini. Tinggi badan kamu sekarang tidak seperti pada saat masih SD ‘kan? Nah, pertumbuhan berbeda dengan perkembangan. Perkembangan adalah fase makhluk hidup menjadi dewasa atau pematangan fungsi organ pada makhluk hidup. Contohnya, pubertas yang dialami manusia.  Contoh lainnya, yaitu tumbuhan yang awalnya cuma ada daun dan batang, akhirnya bisa menghasilkan bunga, buah, dan biji untuk berkembang biak.

 

5. Berkembang Biak
Makhluk hidup akan terus berkembang biak atau bereproduksi untuk menghasilkan keturunan dan memperbanyak diri. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan jenis dari makhluk hidup tersebut agar tidak punah.

 

 

6. Peka Terhadap Rangsangan (Iritabilitas)
Ini merupakan ciri-ciri makhluk hidup yang mengandalkan indera-indera yang ada pada tubuhnya untuk mendeteksi rangsangan, lalu merespon rangsangan tersebut. Misalnya, kulit kita pasti peka terhadap sentuhan, dingin, panas, dan sebagainya. Tanaman juga dapat bereaksi ketika mendapatkan rangsangan. Contohnya, tanaman Mimosa Pudica atau putri malu. Daun-daunnya akan segera menutup apabila kita menyentuhnya.

 

7. Ekskresi
Ekskresi adalah pembuangan zat sisa dari tubuh. Manusia dan hewan akan mengeluarkan zat sisa berupa CO2 dari proses respirasi. Sementara itu, tumbuhan akan mengeluarkan zat sisa berupa CO2 dari proses respirasi dan O2 dari proses fotosintesis.

8. Mampu Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan
Makhluk hidup akan melakukan adaptasi terhadap lingkungannya untuk bertahan hidup. Contohnya, anjing kutub yang hidup di tempat bersalju akan memiliki rambut yang sangat tebal agar tetap hangat. Nah, contoh lainnya, tumbuhan saat kekurangan air akan menggugurkan daunnya agar air tidak banyak menguap lewat daun.

B. SISTEM KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Klasifikasi makhluk hidup adalah cara pengelompokan makhluk hidup berdasarkan kesamaan dan ciri yang dimiliki.

Tujuan umum dari klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup.

Tujuan khusus dari klasifikasi makhluk hidup adalah :

  1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki
  2. Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain
  3. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
  4. Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya

Dasar – dasar klasifikasi makhluk hidup yaitu :

1). Klasifikasi berdasarkan kesamaan dan ciri – ciri yang dimiliki
2). Klasifikasi berdasarkan ciri – ciri bentuk tubuh (Morfologi) dan organ dalam tubuh (anatomi)
3). Klasifikasi berdasarkan ukuran, tempat hidup, cara hidup, dan manfaatnya

Urutan Takson Pada Makhluk Hidup

Sistem klasifikasi yang saat ini digunakan yaitu sistem klasifikasi Linnaeus, yaitu sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan takson. Takson adalah urutan klasifikasi makhluk hidup berdasarkan ciri yang paling umum hingga ciri yang paling khusus. Ilmu yang mempelajari takson disebut Taksonomi.

Klasifikasi Dikotom dan Kunci Determinasi

Kunci determinasi merupakan suatu kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies. Dasar yang dipergunakan kunci determinasi ini adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom

Untuk menginspirasi kalian, pahamilah video berikut ini :

 

C. Binomial Nomenclature

Selain jenis klasifikasi dan urutan takson, kamu juga harus memahami pemberian nama spesies dengan sistem Binomial Nomenclature. Ada beberapa aturan yang harus dipahami dalam memberikan nama dengan sistem ini. Kuy, simak aturannya pada gambar di bawah ini!

 

D.. MIKROSKOP

Kata mikroskop sendiri berasal dari bahasa latin yakni “mikro” yang artinya kecil dan kata “scopein” yang artinya melihat. Jadi, mikroskop diartikan sebagai alat untuk melihat benda kecil.

 

Bagian – Bagian Optik Mikroskop
Pada bagian optik mikroskop, terdiri dari lensa okuler, lensa objektif, kondensor, diafragma, dan cermin. Berikut keterangannya.
1. Lensa Okuler,
adalah lensa yang terdapat pada bagian ujung atas tabung mikroskop. Pada lensa okuler inilah, para pengamat melihat objek yang diperbesar bayangannya. Lensa okuler ini berperan dalam memperbesar kembali bayangan yang dihasilkan lensa objektif. Biasanya, lensa okuler mempunyai perbesaran 6, 10 atau 12 kali.
2. Lensa Objektif,
 adalah lensa yang berada dekat dengan objek yang diamati. Pada mikroskup umumnya terdapat 3 lensa objektif, yakni dengan kemampuan perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Untuk menggunakan lensa objektif ini, terlebih dahulu pengamat harus mengoleskan minyak emersi pada bagian objek. Fungsi minyak emersi adalah sebagai pelumas serta memperjelas bayangan benda. Minyak ini diperlukan karena ketika dilakukan perbesaran 100 kali, letak lensa dan objek yang diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
3. Kondensor,
 adalah bagian mikroskop yang dapat diputar, baik naik atau turun. Fungsi kondensor adalah untuk mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek.
4. Diafragma,
 adalah bagian yang fungsinya untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat atau objek yang diamati.
5. Cermin,
 adalah bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya yang diterima oleh mikroskop. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara memantulkan cahaya yang didapatnya tersebut.
Bagian – Bagian Mekanik (Non-Optik) Mikroskop
1. Revolver,
 adalah bagian yang fungsinya untuk mengatur perbesaran lensa objektif yang diinginkan oleh pengamat.
2. Tabung Mikroskop,
adalah bagian yang fungsinya untuk menghubungkan lensa objektif dan lensa okuler pada mikroskop.
3. Lengan Mikroskop,
 adalah bagian yang fungsinya sebagai tempat pengamat ketika memegang mikroskop.
4. Meja Benda,
 adalah bagian yang fungsinya untuk tempat meletakkan objek yang hendak diamati. Pada meja benda ini terdapat pula penjepit objek yang berguna untuk menjaga objek agar tetap ditempat yang diinginkan.
5. Makrometer (pemutar kasar)
, adalah bagian yang fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan tabung dengan cepat, agar pengamat dapat mengatur kejelasan gambaran objek yang didapatkan.
6. Mikrometer (pemutar halus),
 adalah bagian yang fungsinya untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat dan berguna untuk melakukan pengaturan agar mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang diinginkan.
7. Kaki Mikroskop,
 adalah bagian mikroskop yang fungsinya sebagai penyangga untuk menjaga mikroskop agar tetap pada tempat yang diinginkan. Kaki mikroskop juga berguna sebagai tempat memegang mikroskop jika mikroskop hendak dipindahkan

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP

TUGAS : Tulis materi diatas dibuku tulis kemudian kirimkan ke google classroom

INGAT : Siswa dianggap HADIR jika mengirimkan tugas dengan tepat waktu

Likes:
21 1
Views:
1554
Article Categories:
IPAKELAS VII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.