Bab II. INTERAKSI SOSIAL (Rosyati-VII EFGHIJK)

MATERI 8
INTERAKSI SOSIAL

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Menjelaskan pengertian interaksi social dengan tepat,
2. Menjelaskan syarat-syarat interaksi sosial dengan tepat,
3. Menjelaskan perbedaan antara interaksi sosial Asosiatif
dengan interaksi sisoal Disosiatif,
4. Memberi contoh bentuk interaksi sosial Asosiatif dan
interaksi sosial Disosiatif.

B. Materi Pembelajaran :
1. Pengertian Interaksi Sosial
Interaksi Sosial adalah hubungan timbal balik antara orang
perorangan, antara kelompo manusia, maupun antara orang
perorangan dan kelompok manusia.
Pada dasarnya manusia selalu ingin berkumpul dengan
manusia lain, selalu ingin bertemu, berbicara atau ingin
melakukan kegiatan-kegiatan lain dengan manusia. Melalui
pergaulannya di masyarakat, manusia terbentuk sebagai
makhluk sosial. Manusia disebut makhluk sosial, karena
manusia selalu ingin berkumpul dengan manusia lain, selalu
ingin bertemu, berbicara atau ingin melakukan kegiatan-
kegiatan lain dengan manusia. Melalui pergaulannya di
masyarakat. Sebagai makhluk sosial manusia memiliki sifat
Gregariuosness yaitu suatu naluri untuk selalu hidup
dengan orang lain.

Dengan demikian manusia harus berinteraksi dengan sesama
anggota masyarakat. Bertemunya seseorang dengan orang lain
atau kelompok lainnya, kemudian mereka saling berbicara,
bekerja sama, dan seterusnya untuk mencapai tujuan bersama.
Kegiatan itu dapat dikatakan sebagai proses interaksi
sosial.Manusia melakukan interaksi sosial dalam
kehidupannya untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok
(sandang, pangan, dan papan), kebutuhan dan ketertiban,
kebutuhan akan pendidikan dan kesehatan, kebutuhan-
kebutuhan akan kasih sayang.

2. Syarat Interaksi Sosial
Proses interaksi sosial akan terjadi apabila di antara
pihak yang berinteraksi melakukan kontak sosial dan
komunikasi. Kontak sosial ini dapat berarti hubungan
masing-masing pihak tidak hanya secara langsung bersentuhan
secara fisik, tetapi bisa juga tanpa hubungan secara fisik.
Misalnya, kontak dapat dilakukan melalui surat-menyurat,
telepon, sms, dan lain-lain.
Komunikasi merupakan proses penyampaian pesan dari
seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung
maupun melalui alat bantu agar orang lain memberi tanggapan
atau memberi respons.
Suatu tindakan manusia dikatakan sebagai interaksi sosial
apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
1. Jumlah pelakunya lebih dari seorang, biasanya dua atau
lebih.
2. Berlangsung secara timbal-balik.
3. Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbol-
simbol yang disepakati.
4. Adanya tujuan tertentu.

3. Faktor-faktor yang mendasari Interaksi Sosial
a. Faktor Imitasi merupakan proses seseorang
mencontoh/meniru orang lain atau kelompok.
Contoh: seorang anak perempuan bermain masak-masakan
karena melihat ibunya pada saat memasak di
dapur.
b. Faktor Sugesti merupakan pengaruh yang dapat
menggerakkan hati orang.
Contoh: seorang pasien yang akan berobat ke seorang
dokter, pasien tersebut akan cepat mengalami
penyembuhan salah satunya disebabkan adanya
rasa sugesti pada dokter tersebut.
c. Faktor Identifikasi merupakan keinginan-keinginan dalam
diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain.
Contoh: seorang anak yang mengidolakan pemain bola,
sehingga semua tingkah laku idolanya akan
dilakukan.
d. Faktor Simpati merupakan kemampuan untuk merasakan diri
seolah-olah dalam keadaan orang lain dan ikut merasakan
apa yang dilakukan, dialami, atau diderita orang lain.
Contoh: pada saat ada tetangga kita yang tertimpa
musibah, maka kita ikut merasakan kesedihannya
dan berusaha membantunya.

4. Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
a. Dilihat dari jumlah pelakunya, maka ada 3 macam Interaksi
Sosial yaitu:

b. Dilihat dari sifatnya, ada 2 bentuk Interaksi Sosial
yaitu:

(i) Interaksi Sosial Asosiatif

(ii) Interaksi Sosial Disosiatif

C. Video Pembelajaran
INTERAKSI SOSIAL:https:

D. Latihan Soal
Silahkan kerjakan latihan soal di bawah ini:

Likes:
19 0
Views:
592
Article Categories:
IPSKELAS VIIPelajaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.