DINAMIKA KEPENDUDUKAN INDONESIA (Rosyati VII EFGHIJK)

MATERI 5
DINAMIKA KEPENDUDUKAN INDONESIA

A. Tujuan Pembelajaran:
1. Menjelaskan pengertian ‘Dinamika Penduduk’ dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
2. Mendeskripsikan jumlah penduduk, persebaran penduduk dan kepadatan penduduk
3. Mengelompokan komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin
4. Menjelaskan tentang Pertumbuhan penduduk dan Kualitas penduduk serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.

B. Materi Pembelajaran
Dinamika Penduduk adalah perubahan jumlah penduduk suatu wilayah yang disebabkan oleh faktor Kelahiran (Natalitas), Kematian (Mortalitas), dan Perpindahan Penduduk (Migrasi).

1. Jumlah Penduduk
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar. Berdasarkan data kependudukan dunia tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat di dunia setelah Cina (1.437 juta jiwa), India (1.374 juta jiwa), dan Amerika Serikat (330 juta jiwa). Jumlah penduduk Indonesia mencapai 272 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi bisa menjadi keuntungan bagi Indonesia dengan jumlah penduduk usia produktif yang berlimpah. Namun di sisi lain bisa menjadi kerugian bila jumlah
penduduk yang besar itu memiliki kualitas yang rendah, dilihat dari pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

2. Persebaran Penduduk
Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak. Persebaran penduduk dapat dikenali dari kepadatan penduduk. Kepadatan penduduk merupakan indikator adanya perbedaan sumber daya yang dimiliki suatu wilayah. Wilayah yang memiliki sumber daya yang lebih baik, baik sumber daya fisik maupun manusianya, akan cenderung dipadati penduduk. Kepadatan penduduk juga memberikan informasi kepada pemerintah tentang pemerataan pembangunan. Wilayah yang penduduknya jarang menunjukkan pembangunan belum merata ke berbagai wilayah. Beberapa daerah di Indonesia penduduknya masih sangat sedikit, atau masih kekurangan jumlah penduduk (under population).
Kondisi persebaran penduduk yang tidak merata merupakan sebuah permasalahan tersendiri bagi pelaksanaan pembangunan. Karena itu perlu dilakukan upaya pemerataan penduduk yang seimbang, sehingga seluruh potensi bangsa Indonesia dapat dikembangkan optimal. Salah satu cara untuk memeratakan jumlah penduduk di Indonesia adalah dengan melalui perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang penduduknya.
Perpindahan penduduk tersebut tentu dapat dilakukan dengan keinginan sendiri maupun diprogramkan oleh pemerintah. Pulau Jawa adalah daerah yang sangat subur dan telah lama berkembang dengan pertanian tradisional. Lokasi Pulau Jawa yang sebagian besar wilayahnya mudah terjangkau menjadi salah satu penyebab persebaran penduduk di Pulau Jawa terus terjadi. Selain itu, Pulau Jawa juga merupakan pusat perkembangan politik pada masa pengaruh Hindu, Buddha, Islam, dan masa penjajahan. Saat ini, pusat pemerintahan yaitu Jakarta berada di Pulau Jawa, demikian pula dengan kota-kota besar yang sebagian besar berada di Pulau Jawa. Tidak mengherankan apabila sarana dan prasarana di Pulau Jawa lebih lengkap dari wilayah lainnya di Indonesia.
Angka kepadatan penduduk (Densitas); adalah perbandingan rata-rata penduduk suatu daerah dengan luas wilayah daerah tersebut.
DENSITAS = JUMLAH PENDUDUK (Jiwa)/LUAS WILAYAH (KM2)

3. Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk berdasarkan usia/umur, jenis kelamin, mata pencaharian, agama, bahasa, pendidikan, tempat tinggal, jenis pekerjaan, dan lain-lain. Komposisi penduduk diperlukan dalam suatu negara karena dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan ataupun penentuan kebijaksanaan dalam pelaksanaan pembangunan.
a. Komposisi Penduduk berdasarkan usia/umur : penduduk dikelompokan
berdasrkan usia, salah satu tujuannya untuk mengetahui Penduduk Produktif
dan Non Produktif.
– Penduduk usia anak (pua) : 0 – 14 th (Penduduk belum produktif)
– Penduduk usia dewasa (pud): 15 – 65 th (Penduduk produktif)
– Penduduk usia tua (put) : > 65 th ( Penduduk sudah tidak produktif)
b. Komposisi Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin : Komposisi penduduk
berdasarkan jenis kelamin juga penting untuk diketahui, karena dapat
digunakan dalam menghitung angka perbandingan jenis kelamin (sex ratio).
Perbandingan tersebut dapat digunakan untuk memperkirakan bentuk
pemberdayaan penduduk sebagai sumber daya manusia sesuai dengan
karakteristiknya.
Komposisi penduduk berdasarkan usia dan jenis kelamin dapat digambarkan dalam bentuk grafik yang disebut dengan Piramida penduduk. Terdapat 3 jenis Piramida penduduk yaitu:

Saat ini Indonesia masih menunjukan komposisi penduduk yang tergolong dalam bentuk piramida penduduk model A (piramida penduduk muda/Ekspansif). Piramida penduduk model B (piramida penduduk dewasa/Stationer) dan model C (piramida peduduk tua / Construktif)

4. Pertumbuhan dan Kualitas Penduduk
Pertumbuhan penduduk adalah keseimbangan dinamis antara kekuatan yang menambah dan kekuatan yang mengurangi jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk, yakni :
-Kelahiran (Natalitas) ; bersifat menambah jumlah penduduk,
-Kematian (Mortalitas) ; bersifat mengurangi jumlah penduduk,
-Perpindahan (Migrasi) ; Imigrasi (menambah jumlah penduduk) dan Emigrasi
(mengurangi jumlah penduduk).
Kelahiran dan kematian disebut faktor alami, sedangkan migrasi disebut faktor non alami. Pertumbuhan penduduk yang cepat menyebabkan beberapa hal berikut ini: a. Pertumbuhan penduduk usia muda yang cepat menyebabkan tingginya
angkapengangguran.
b. Persebaran penduduk tidak merata.
c. Banyaknya penduduk usia muda yang belum produktif maka beban
ketergantungan tinggi.
d. Arus urbanisasi tinggi, sebab kota lebih banyak menyediakan lapangan
kerja.
e. Menurunnya kualitas dan tingkat kesejahteraan penduduk.
Kualitas Penduduk adalah mutu penduduk yang dapat dilihat dari 3 indikator antara lain:
1. Tingkat pendidikan ; ditunjukan dengan jumlah penduduk dilihat dari
tingkat pendidikan,
2. Tingkat kesehatan ; ditunjukan dengan angka harapan hidup dari
kualitas kesehatan
3. Tingkat pendapatan ; ditunjukan dengan pendapatan percapita yang
berhubungan dengan kesejahteraan.
Kualitas penduduk Indonesia saat ini masih tergolong rendah, oleh karena itu pemerintah melakukan beberapa upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk, antara lain:
a. Mengadakan program bantuan pendidikan : BOS dan Kartu Indonesia
Pintar (KIP)
b. Mengadakan program bantuan kesehatan : Kartu Indonesia Sehat (KIS),
c. Membuka lowongan kerja dan memberi bantuan modal bagi usaha kecil
masyarakat (UMKM) agar pendapatan masyarakat naik dan pada akhirnya
kesejahteraanpun naik.

C. Media Pembelajaran
1. Jumlah Penduduk Tahun 2020 :

2. Peta Persebaran Penduduk

3. Video Pembelajaran

D. Latihan soal

Likes:
23 0
Views:
656
Article Categories:
IPSKELAS VIIPelajaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.