Jenis, Karakteristik, Proses Pembuatan dan Kemasan Kerajinan Bahan Keras Buatan – 9G s/d 9K

Bahan keras buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari beberapa bahan dan bersifat keras.

a. Kaca

Memiliki karakteristik berikut ini :

● Kaca wujudnya transparan dan bening.

● Ketebalannya bervariasi antara 1 mm – 2 cm tergantung pada kebutuhan.

● Permukaannya licin dan kilap. Jika dilukis harus menggunakan cat khusus yang dapat menempel pada permukaan kaca.

● Kaca dapat dilebur dan dibentuk dalam kondisi panas.

b. Logam

Memiliki karakteristik berikut ini :

● Logam terdiri dari berbagai warna, ada yang perak, emas, ada yang kemerahan/kecokelatan, dan juga berwarna perak keabu – abuan.

● Bentuknya ada yang tebal dan berat, ada pula yang pipih dan tipis lagi ringan.

● Logam mudah terkorosi oleh udara, maka kadang dilapisi dengan krom atau lapisan emas murni. Ada pula yang melapisinya dengan cat. Oleh sebab itu perawatan pada produk kerajinan logam cukup membutuhkan perhatian agar tidak pudar.

C. Proses Produksi Kerajinan Bahan Keras ( Kaca dan Logam ).

Beragam benda kerajinan dari bahan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan bisa berupa kaleng, kaca, logam, dan sebagainya. Teknik yang digunakan juga sangat bervariasi, diantaranya bisa berupa lukis ataupun dipotong dan dirakit, dicor dan teknik lainnya.

a. Kerajinan Kaca

Kaca dapat dibentuk dengan cara dilukis. Lukis kaca adalah jenis kerajinan yang menampilkan gaya lukisan di atas media kaca. Gaya lukisan yang sering digunakan adalah dekoratif, karena lukisan dibuat dengan banyak elemen hiasan pada setiap ornamen yang digunakan. Dilihat dari pewarnaan yang sering digunakan, lukis kaca memiliki kecenderungan transparan. Sehingga jika digunakan sebagai penghias ruangan nampak tembus pandang. Lukis kaca berkembang di berbagai wilayah Indonesia. Wilayah yang masyarakatnya dikenal sebagai penghasil lukis kaca adalah Cirebon, Jepara, dan daerah yang tersebar di kepulauan Jawa. Sejak dahulu masyarakat Indonesia sudah mengenal lukis kaca. Lukis kaca sejak dahulu banyak dipakai di bangunan gereja, masjid, dan juga rumah-rumah tinggal. Tujuannya adalah sebagai memperindah ruangan. Selain lukis kaca, ada juga kaca patri. Meskipun terkadang memiliki efek yang sama, namun teknik pembuatannya berbeda. Lukis kaca dibuat dengan cara melukis kaca sesuai pola yang diletakkan di bawah kaca. Sedangkan kaca patri menggunakan teknik mematri pada bagian sambungan kaca. Baik lukis kaca maupun kaca patri terdapat garis luar ( out line ) yang dibuat dengan warna yang tegas seperti hitam, emas dan perak.

1) Bahan Pembuatan Lukis Kaca

Bahan yang diperlukan dalam pembuatan lukis kaca adalah kaca, cat, dan tiner.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.22. Bahan pembuatan lukis kaca; a. kaca, b. cat, dan c. pengencer cat

 

2) Alat Pembuatan Lukis Kaca

Dalam pembuatan produk kerajinan lukis kaca diperlukan alat utama yaitu pena khusus yang berfungsi untuk mengeluarkan tinta outline pada obyek hias pada lukis kaca.

Kuas digunakan untuk mengecat. Kuas memiliki beberapa bentuk bulu/rambutnya, ada yang ujungnya terlihat rata dan ada yang terlihat lancip. Semua dipakai sesuai dengan kebutuhan saat melukis obyeknya.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.26 Kuas

Pena digunakan untuk membuat outline obyek gambar sesuai desain.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.23. Pena lukis kaca

Pisau digunakan untuk mengerok gambar yang salah.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.25 Pisau kertas

Lap digunakan untuk membersihkan sisa cat pada ujung pena ataupun pada kaca.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.27. Lap

Meja digunakan untuk alas pembuatan hiasan lukis kaca. Diperlukan meja dengan permukaan rata.

Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 1.26. Meja

Kertas rancangan digunakan sebagai obyek yang akan dilukis pada kaca.

Sumber : Dokumen Kemdikbud Gambar 1.24. Kertas rancangan

3) Produk Kerajinan Lukis Kaca

Kerajinan lukis kaca tidak hanya dibuat pada kaca dengan bentuk datar saja melainkan juga dalam bentuk cembung atau cekung. Banyak pula yang dilukis di permukaan gelas, piring atau botol. Dengan menggunakan teknik yang berbeda, hasilnya pun unik dan berbeda.

Sumber : Dokumen Kemdikbud , ningsari.wordpress.com, aliexpress.com

Gambar 1.28. Produk kerajinan lukis kaca.

4) Proses Pembuatan Lukis Kaca

Di bawah ini ditampilkan proses pembuatan kerajinan lukis kaca. Tema yang diambil adalah wayang. Tahap – tahapnya sebagai berikut :

Sumber : Dokumen Kemdikbud Gambar 1.29 Proses pembuatan lukis kaca

b. Kerajinan Logam

Sebagai pengetahuan kalian perlu mengetahui bahwa bahan alam yang termasuk dalam kategori logam juga banyak macamnya, seperti emas, perak, perunggu, aluminium, besi, dan kuningan. Kamu perlu untuk mengetahuinya. Daerah penghasil kerajinan emas terdapat di Kalimantan Selatan dan Jawa. Kerajinan perak terdapat di daerah Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Bali. Sedangkan jenis logam lainnya gunakan rasa keingintahuan kalian untuk dapat memperoleh informasi dari berbagai sumber tentang daerah asal penghasil logam tersebut.

Bahan logam banyak dibuat sebagai perhiasan atau asesoris, berkembang pula sebagai benda hias dan fungsional lainnya, seperti gelas, teko, nampan, wadah serbaguna bahkan sampai piala sebagai simbol kejuaraan. Bahan logam diolah dengan teknik bakar/ pemanasan, dan tempa.

Logam yang digunakan sebagai kerajinan ada juga dalam bentuk kaleng. Kaleng dibentuk sedemikian rupa menjadi kerajinan yang fungsi hias dan fungsi pakai yang menarik untuk dikoleksi.

1) Bahan Pembuatan Kerajinan Logam

Bahan utama pembuatan kerajinan logam ( besi, aluminium, perunggu, perak, emas, dan timah ), biasanya berupa lembaran atau batangan, dan cat warna untuk logam yang tahan lama.

Sumber : Dokumen Kemdikbud Gambar 1.30. Bahan pembuatan kerajinan kaleng ; a. kaleng lembaran, b. cat warna, dan c. lem power

2) Alat Pembuatan Kerajinan Logam

Alat pembuatan kerajinan logam di antaranya gunting, seng, cetakan, dan kuas.

Sumber : Dokumen Kemdikbud Gambar 1.31. Alat pembuatan kerajinan kaleng ; a. gunting kaleng, b.cetakan, dan c. kuasa

3) Produk Kerajinan Logam

Produk kerajinan logam yang dihasilkan para perajin dibuat dengan cara-cara tradisional. Produk yang dibuat biasanya sebagai asesoris, hiasan interior, perabotan rumah tangga dan sebagainya. Produk dari logam awalnya hanya menonjolkan warna aslinya namun ada juga yang diberi cat agar terlihat lebih berbeda.

4) Proses Pembuatan Kerajinan Logam

Pembuatan kerajinan logam dilakukan dengan cara tradisional yaitu dibentuk dengan tangan dan bantuan alat seadanya. Di bawah ini disajikan pembuatan kaleng wadah kerupuk yang dibuat dengan desain sederhana dan sudah sejak lama desain tidak berubah namun menjadi unik dan masih banyak dicari orang karena klasiknya.

D. Kemasan Produk Kerajinan Bahan Keras

Kemasan secara umum dimaksudkan adalah sebagai bagian terluar yang membungkus suatu produk dengan tujuan untuk melindungi produk dari cuaca, guncangan dan benturan-benturan terhadap benda lain. Setiap bentuk barang benda yang membungkus suatu benda di dalamnya dapat disebut dengan kemasan sejauh hal tersebut memang bermanfaat untuk melindungi isinya. Untuk menampilkan kesan dan pandangan terhadap suatu isi produk, maka packaging biasanya dibentuk atau di desain sedemikian rupa, sehingga pesan yang akan disampaikan akan dapat ditangkap oleh pemakai produk dengan baik.

Untuk membuat kemasan tidak hanya tergantung dari beberapa material saja, tetapi banyak berbagai jenis material yang bisa digunakan. Asahlah imajinasimu untuk membuat kemasan yang menarik dan berbeda dari waktu ke waktu.

Sumber : Dokumen Kemdikbud Gambar 1.33. Kemasan kerajinan bahan keras ; a. kemasan bentuk hati, b. kemasan bentuk kotak persegi.

E. Berkarya Kerajinan Bahan Keras

Pada kali ini kita akan membuat kerajinan bahan keras dari rotan. Perhatikan langkah langkahnya :

Pembuatan Tempat Alat Tulis
a. Perencanaan

Identifikasi Kebutuhan

Diumpamakan pada saat ini yang sangat dibutuhkan oleh siswa adalah wadah untuk alat tulis atau vas bunga yang diletakkan di meja kelas.

Ide/Gagasan

Siswa akan membuat karya kerajinan wadah pensil dari bahan keras alam yang ringan, namun kuat serta tahan lama. Hasil penggalian ide/gagasan dari berbagai media, siswa tertarik pada kerajinan yang terbuat dari bahan dasar rotan.

1) Menentukan bahan dan fungsi karya kerajinan dari bahan alam.

2) Menggali ide dari berbagai sumber.

3) Membuat sketsa karya dan menentukan sebuah karya terbaik dari sketsa.

b. Pelaksanaan

Diumpamakan pada saat ini yang sangat dibutuhkan oleh siswa adalah wadah untuk alat tulis atau vas bunga yang diletakkan di meja kelas.
1) Menyiapkan bahan pembuatan kerajinan rotan.

 

2) Menyiapkan alat pembuatan kerajinan rotan.

 

3) Proses pembuatan kerajinan rotan.

Tugas Siswa !

Silahkan kalian kerjakan soal pada link di bawah ini :

https://bit.ly/3zSnmNK

Likes:
4 1
Views:
2907
Article Categories:
KELAS IXPrakarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.