Kerajian Bahan Keras – Bag.1 9A-F

Sumber daya alam Indonesia yang dapat   dimanfaatkan sebagai bahan dasar kerajinan sangat berlimpah. Setiap permukaan bumi memiliki ciri sumber daya alam yang berbeda satu sama lainnya. Selain itu Indonesia kaya akan budaya, benda-benda kerajinan sebagai hasil budaya daerah dapat menjadi alat untuk memperkenalkan keberagaman budaya nusantara. Daya tarik dari benda kerajinan setiap daerah memiliki corak dan bentuk yang berbeda-beda dan memiliki ciri khas, sehingga kita dapat mengenal satu daerah di tanah air melalui benda kerajinannya.

Sifat kerajinan yang berfungsi untuk memenuhi kepentingan tertentu ini maka kerajinan dibuat secara sengaja guna melengkapi atau menghias sebuah ruang. Walaupun demikian, saat pembuatannya tidak terlepas dari norma yang berlaku sebagai kearifan lokal. Hal ini kita dapatkan hampir di seluruh wilayah Nusantara dengan jenis dan bentuk yang sangat beragam, begitu pula dengan aneka bahan yang disesuaikan dengan sumber daya alam dan buatan yang ada di setiap wilayah.

Keragaman jenis kerajinan bahan keras alam dan buatan terlihat melalui produk-produk yang tersebar di berbagai daerah perkotaan dan pelosok desa. Sebut saja jenis bahan keras kayu, bambu, rotan, kaleng, kaca, dan sebagainya. Pasar lokal maupun impor telah mendominasi penggunaan bahan keras tersebut sebagai bahan kerajinan.

A. Prinsip Kerajinan Bahan Keras

  1. Keunikan Bahan Kerajinan

Beragam bahan dasar untuk memproduksi kerajinan seperti bahan lunak, bahan limbah dan yang sekarang dipelajari yaitu bahan keras. Beragam pula teknik yang digunakan untuk membuat kerajinan tersebut. Masing-masing teknik memiliki kekhasan sesuai dengan karakteristik bahan  dasar yang digunakan juga sesuai fungsi dari kerajinan yang dibuat. Teknik pengerjaan sebuah kerajinan pun dipengaruhi oleh alat yang dipakainya. Sebuah alat dapat mempercepat dan mempermudah produksi kerajinan. Kita harus mengenal berbagai teknik dan alat yang digunakan sesuai dengan bahan dasar yang digunakan. Kekayaan bahan dan alat produksi ini membuat hasil produk kerajinan Indonesia menjadi sangat bervariasi. Kita perlu mensyukuri karunia Tuhan Yang Maha Esa terhadap bangsa ini.

Bahan kayu memiliki keunikan tekstur urat/serat kayu yang sangat unik dan tidak dapat ditemui pada bahan lainnya. Urat kayu ini yang menjadi penilaian tersendiri mengapa orang masih tetap mempertahankan kayu sebagai produk kerajinan dengan berbagai olahan bentuk baik sebagai karya fungsi pakai maupun fungsi hias.

 

2. Keragaman Muatan Nilai dalam Produk Kerajinan

Banyaknya bentuk produk kerajinan tidak lepas dari gagasan ataupun ide manusia yang dapat berawal dari suatu pikiran dan kehendak melalui tindak cipta karsa. Apa yang selanjutnya dihasilkan dapat merupakan seperangkat karya  dengan muatan pesan tertentu yang sangat ditentukan oleh penciptaan kreatif manusia. Oleh sebab itu pesan yang dapat kita peroleh berdasarkan proses berkarya ini dapat kita pilah sebagai berikut :

  1. Produk dengan nilai fungsional.
  2. Produk dengan nilai informatif.
  3. Produk dengan nilai simbolik.
  4. Produk dengan nilai prestise (wibawa).

 

3. Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan

Proses pembuatan sebuah produk kerajinan tidak terlepas dari salah satu unsur penting yaitu bagaimana melakukan pertimbangan saat membuat rancangan yang dapat melibatkan berbagai aspek teknologi serta mengandung tanggung jawab terhadap budaya bangsa Indonesia. Produk kerajinan mengandung banyak faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan.

Adapun faktor-faktor permasalahan obyektif yang diperlukan untuk diketahui sebelum perancangan adalah sebagai berikut:

  1. Faktor Teknis
  • metode produksi yang handal
  • penerapan daya mesin atau manual, dan,
  • tingkat kemahiran sumber daya manusianya.
  1. Faktor Ekonomis
  • pemasaran yang tahan persaingan,
  • sistem pemasokan atau distribusi,
  • kebijakan penciptaan (hak cipta),
  • nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta
  • selera masyarakat terhadap produk tersebut.
  1. Faktor Ergonomis
  • kenyamanan
  • keamanan
  • kesesuaian
  • kepraktisan
  1. Faktor Sains dan Teknologi
  • terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifi kasi)
  • selalu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi
  1. Faktor Estetika
  • menampilkan bentuk keindahan
  • memiliki daya pikat
  • terjadi keserasian
  • penggarapan yang rinci/detail
  • perupaan atau pewarnaan
  • kesan atau gugahan yang ditampilkan
  1. Faktor Kondisi Lingkungan
  • nilai budaya
  • kondisi lingkungan atau wilayah setempat

 

Likes:
6 0
Views:
331
Article Categories:
KELAS IXPrakarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.