KONDISI ALAM INDONESIA (Rosyati/ VII-EFGHIJK)

MATERI 7
KONDISI ALAM INDONESIA

A. Tujuan Pembelajaran:
1. Menjelaskan kondisi geologi, bentuk muka bumi, dan iklim wilayah
Indonesia.
2. Menjelaskan pengaruh bentuk muka bumi terhadap kehidupan
manusia.
3. Menjelaskan pengaruh iklim di Indonesia terhadap corak kehidupan
masyarakat .
4. Mengelompokan jenis flora dan fauna yang terdapat diwilayah
Indonesia.
5. Memberi contoh persebaran jenis flora dan fauna di Indonesia
sesuai dengan tipenya.

B. Materi Pembelajaran :
1. Kondisi Geologi Wilayah Indonesia
Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik besar
yaitu lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
Lempeng Indo-Australia bertumbukan dengan Lempeng Eurasia di
lepas pantai Sumatra, Jawa, dan Nusa Tenggara. Lempeng Pasifik
bertumbukkan dengan Eurasia di utara Papua dan Maluku Utara.
Tumbukan lempeng tersebut menimbulkan beberapa peristiwa, antara
lain:
a. Terbentuknya Pegunungan lipatan muda (Sirkum Pasifik dan
Sirkum Mediterania) sehingga wilayah Indonesia banyak memiliki
gunung berapi yang masih aktif. Hal itulah yang menyebabkan
wilayah Indonesia sering terjadi letusan (erupsi) gunung berapi.
b. Adanya Gempa bumi, yaitu getaran kulit bumi yang diakibatkan
oleh tumbukan lempeng (gempa tektonik) atau akibat dari letusan
gunung berapi (gempa Vulkanik).
c. Peristiwa Tsunami yaitu gelombang air laut yang tinggi
diakibatkan oleh adanya tenaga yang cukup besar dari pusat gempa
yang ada di dasar laut.

2. Bentuk Muka Bumi Wilayah Indonesia
Bentuk muka bumi Indonesia dapat dibedakan menjadi dataran rendah,
dataran tinggi, bukit, gunung, dan pegunungan.
a. Dataran Rendah
Dataran rendah adalah bagian dari permukaan bumi dengan letak
ketinggian 0-200 m di atas permukaan air laut (dpal). Di daerah
dataran rendah, aktivitas yang dominan adalah aktivitas
permukiman dan pertanian. Ada beberapa alasan terjadinya
aktivitas pertanian dan permukiman di daerah dataran rendah,
yaitu seperti berikut:
1. Di daerah dataran rendah, penduduk mudah melakukan pergerakan
atau mobilitas dari satu tempat ke tempat lainnya.
2. Di daerah dataran, banyak dijumpai lahan subur karena
biasanya berupa tanah aluvial atau hasil endapan sungai yang
subur.
3. Dataran rendah dekat dengan pantai sehingga banyak penduduk
yang bekerja sebagai nelayan.
4. Memudahkan penduduk untuk berhubungan dengan dunia luar
melalui jalur laut.
b. Bukit dan Perbukitan
Bukit adalah bagian dari permukaan bumi yang lebih tinggi
dibandingkan dengan daerah sekitarnya dengan ketinggian kurang
dari 600 m dpal. Bukit tidak tampak curam seperti halnya gunung. Apple aficionados can also discover the best free casino games for iPad and iPhones via the Apple Store, or visit our https://starlitenewsng.com/how-far-is-the-nearest-casino-to-my-location/ recommended mobile casinos for instant play.
Perbukitan berarti kumpulan dari sejumlah bukit pada suatu
wilayah tertentu. Permukiman umumnya dibangun di kaki atau
lembah perbukitan karena biasanya di tempat tersebut ditemukan
sumber air berupa mata air atau sungai.Aktivitas ekonomi,
khususnya pertanian, dilakukan dengan memanfaatkan lahan-lahan
dengan kemiringan lereng tertentu. Untuk memudahkan penanaman,
penduduk menggunakan teknik sengkedan (Terasering) dengan
memotong bagian lereng tertentu agar menjadi datar. Teknik ini
kemudian juga bermanfaat mengurangi erosi atau pengikisan oleh
air. Di daerah perbukitan, mobilitas manusia tidak semudah di
daerah dataran sehingga pemusatan permukiman dan industri
relatif terbatas. Aktivitas pariwisata yang dapat dikembangkan
antara lain wisata alam yang tujuannya menikmati pemandangan
daerah perbukitan yang indah.
c. Dataran Tinggi
Dataran tinggi adalah adalah daerah datar yang memiliki
ketinggian lebih dari 400 meter dpal. Daerah ini memungkinkan
mobilitas penduduk berlangsung lancar seperti halnya di dataran
rendah. Oleh karena itu, beberapa dataran tinggi di Indonesia
berkembang menjadi pemusatan ekonomi penduduk, contohnya Dataran
Tinggi Bandung. Sejumlah dataran tinggi menjadi daerah tujuan
wisata. Udaranya yang sejuk dan pemandangan alamnya yang indah
menjadi daya tarik penduduk untuk berwisata ke daerah dataran
tinggi. Beberapa dataran tinggi di Indonesia menjadi daerah
tujuan wisata misalnya Bandung dan Dieng.
d. Gunung dan Pegunungan
Gunung adalah bagian dari permukaan bumi yang menjulang lebih
tinggi dibandingkan dengan daerah sekitarnya. Biasanya bagian
yang menjulang tinggi tersebut dalam bentuk puncak-puncak gunung
dengan ketinggian 600 meter dpal. Pegunungan adalah bagian dari
daratan yang merupakan kawasan yang terdiri atas deretan gunung-
gunung dengan ketinggian lebih dari 600 meter dpal.Indonesia
memiliki banyak gunung dan pegunungan. Sebagian dari gunung
tersebut merupakan gunung berapi. Keberadaan gunung berapi tidak
hanya menimbulkan bencana, tetapi juga membawa manfaat bagi
wilayah sekitarnya. Material yang dikeluarkan oleh gunung berapi
memberikan kesuburan bagi wilayah di sekitarnya. Hal itu menjadi
salah satu alasan bagi banyak penduduk untuk tinggal di wilayah
sekitar gunung berapi karena lahan tersebut sangat subur untuk
kegiatan pertanian.Daerah pegunungan dan perbukitan pada umumnya
menghasilkan produk-produk pertanian berupa sayuran, buah-
buahan, dan palawija.

3. Keadaan Iklim Wilayah Indonesia
Letak astronomis Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat
Indonesia beriklim tropis. Apa yang menjadi ciri iklim di daerah
tropis? Ciri iklim tropis adalah suhu udara yang tinggi sepanjang
tahun, yaitu sekitar 27O C.Secara umum, keadaan iklim di Indonesia
dipengaruhi oleh tiga jenis iklim, yaitu :
1. Iklim musim, dipengaruhi oleh angin musim yang berubah-ubah
setiap periode waktu tertentu. Biasanya satu periode perubahan
adalah enam bulan.
2. Iklim laut, terjadi karena Indonesia memiliki wilayah laut yang
luas sehingga banyak menimbulkan penguapan dan akhirnya
mengakibatkan terjadinya hujan.
3. Iklim tropis, terjadi karena Indonesia berada di daerah lintang
rendah (6LU – 11LS), Suhu yang tinggi mengakibatkan penguapan
yang tinggi dan berpotensi untuk terjadinya hujan. Sehingga
wilayah Indonesia curah hujannya tinggi.
Ketiga jenis iklim tersebut berdampak pada tingginya curah hujan di
Indonesia. Curah hujan di Indonesia bervariasi antarwilayah, tetapi
umumnya sekitar 2.500 mm/tahun. Walaupun angka curah hujan
bervariasi antarwilyah di Indonesia, tetapi pada umumnya curah
hujan tergolong besar. Kondisi curah hujan yang besar ditunjang
dengan penyinaran matahari yang cukup membuat Indonesia sangat
cocok untuk kegiatan pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan
penduduk akan pangan.

4. Keragaman Flora dan Fauna di Indonesia
Indonesia memiliki keragaman flora dan fauna (keanekaragaman
hayati) yang sangat besar. Bahkan, keanekaragaman hayati Indonesia
termasuk tiga besar di dunia bersama-sama dengan Brazil di Amerika
Selatan dan Zaire di Afrika. Berdasarkan data dari Departemen
Kehutanan dan Perkebunan, pada tahun 1999 jumlah spesies tumbuhan
di Indonesia mencapai 8.000 spesies yang sudah teridentifikasi dan
jumlah spesies hewan mencapai 2.215 spesies. Spesies hewan terdiri
atas 515 mamalia, 60 reptil, 1.519 burung, dan 121 kupu-kupu.
Besarnya keanekaragaman hayati di Indonesia berkaitan erat dengan
kondisi iklim dan kondisi fisik wilayah. Suhu dan curah hujan yang
besar memungkinkan tumbuhnya beragam jenis tumbuhan.
Flora di Indonesia ternyata dapat dibedakan menjadi dua kelompok
besar, yaitu Indo-Malayan meliputi kawasan Indonesia Barat
(Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali) dan Indo-Australian kawasan
Indonesia Timur (Sulawesi, Nusa tenggara, Maluku, dan Papua).
Fauna Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang
berbeda, yaitu:
a. Fauna bagian barat memiliki ciri atau tipe seperti halnya fauna
Asia sehingga disebut tipe Asiatis (Asiatic). Garis yang
memisahkan fauna Indonesia bagian Barat dan Tengah dinamakan
garis Wallace, Mamalia berukuran besar banyak ditemui di wilayah
ini seperti gajah, macan, tapir, badak bercula satu, banteng,
kerbau, rusa, babi hutan, orang utan, monyet, bekantan, dan
lain-lain. Selain mamalia, di wilayah ini banyak pula ditemui
reptil seperti ular, buaya, tokek, kadal, tokek, biawak,
bunglon, kura-kura, dan trenggiling. Berbagai jenis burung yang
dapat ditemui di antaranya burung hantu, gagak, jalak, elang,
merak, kutilang, dan berbagai macam unggas.
b. Fauna bagian tengah merupakan fauna peralihan yang ciri atau
tipenya berbeda dengan fauna Asiatis maupun Australis. Faunanya
memiliki ciri tersendiri yang tidak ditemukan di tempat lainnya
di Indonesia. Fauna tipe ini disebut fauna endemis. Fauna yang
menghuni wilayah ini antara lain babi rusa, anoa, ikan duyung,
kuskus, monyet hitam, kuda, sapi, monyet saba, beruang, tarsius,
sapi, dan banteng. Selain itu terdapat pula reptil, amfibi, dan
berbagai jenis burung. Reptil yang terdapat di daerah ini di
antaranya biawak, komodo, buaya, dan ular. Berbagai macam burung
yang terdapat di wilayah ini di antaranya maleo, burung dewata,
mandar, raja udang, rangkong, dan kakatua nuri.
c. Fauna bagian timur memiliki ciri atau tipe yang mirip dengan
fauna yang hidup di Benua Australia sehingga disebut tipe
Australis (Australic), sedangkan garis yang memisahkan fauna
Indonesia bagian Tengah dan Timur dinamakan garis Weber. Fauna
berupa mamalia yang menghuni wilayah ini antara lain kangguru,
beruang, walabi, landak irian (nokdiak), kuskus, pemanjat
berkantung (oposum layang), kangguru pohon, kelelawar reptil
seperti biawak, buaya, ular, kadal. Berbagai jenis burung
ditemui di wilayah ini di antaranya burung cenderawasih, nuri,
raja udang, kasuari, dan namudur.

C. Media Pembelajaran
1. Peta Kondisi Geologi Indonesia

– Wilayah Indonesia dilalui oleh 2 Pegunungan Lipatan muda : Peg.
Sirkum Mediterania dan Peg. Sirkum Pasifik (Indonesia memiliki
banyak gunung api yang aktif)
– Perairan laut merupakan Dangkalan Sunda (Bagian Barat) dan
Dangkalan Sahul (Bagian Timur)

2. Gambar Bentuk Muka Bumi

3. Kondisi Iklim Indonesia

4. Persebaran Flora dan Fauna


D. Video Pembelajaran

E. Latihan Soal

Likes:
37 2
Views:
724
Article Categories:
IPSKELAS VIIPelajaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.