MATERI BAB IV INDAHNYA PUISI ( TEKS PUISI ) HARI JUMAT, 29 OKTOBER 2021 PUKUL 07.20-08.30

KD 3.7 MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR PEMBANGUN TEKS PUISI

Puisi yaitu teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Puisi mengungkapkan berbagai hal, misalnya kerinduan, kegelisahan, pengagungan kepada sang Khalik yang diungkapkan dengan bahasa yang puitis dan indah.

 

UNSUR-UNSUR PUISI :

  1.  MAJAS DAN IRAMA

a. Majas / gaya bahasa / figuratif language adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menciptakan kesan tertentu bagi pembacanya untuk menimbulkan kesan tertentu misalnya perbandingan, pertentangan, perulangan , dan perumpamaan.

b. Irama / musikalitas adalah alunan bunyi yang teratur dan berulang-ulang. Fungsi irama untuk memberi jiwa pada kata-kata dalam puisi yang membangkitkan emosi seperti sedih, kecewa, marah, rindu, dan bahagia.

Contoh:

A. Puisi di atas terdapat dua majas yang paling dominan yaitu:

  1. Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah memiliki sifat seperti manusia. Dalam puisi itu yang dibandingkan adalah “hujan”. Hujan memiliki sikap tabah, bijak, dan arif. Sifat-sifat seperti itu biasanya dimiliki oleh manusia.
  2. Majas paralelisme adalah majas perulangan yang tersusun dalam baris yang berbeda. Perulangan kata dalam puisi di atas adalah “tak ada yang lebih”.

B. Irama puisi harus diekspresikan dengan lembut sebagai perwujudan rasa kagum dan simpati. Terlihat kata-kata pujian yang ditujukan pada “Hujan Bulan Juni” yang bersikap tabah, bijak, dan arif.

 

2. PENGGUNAAN KATA-KATA KONOTASI

Kata konotasi adalah kata yang bermakna tidak sebenarnya. Kata yang telah mengalami perubahan dan penambahan.

Contoh:

3. KATA-KATA BERLAMBANG

Lambang atau simbol adalah sesuatu seperti gambar, tanda, ataupun kata yang menyatakan maksud tertentu. Misalnya rantai dan padi kapas dalam Garuda Pancasila, tunas kelapa lambang pramuka.

4. PENGIMAJINASIAN DALAM PUISI

Pengimajinasian adalah kata atau susunan kata yang dapat menimbulkan khayalan/imajinasi. Dengan begitu pembaca seolah-olah merasa, mendengar, atau melihat sesuatu yang diungkapkan penyair.

 

 

Likes:
14 0
Views:
597
Article Categories:
Bahasa IndonesiaKELAS VIII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.