Pemisahan Campuran, Sifat materi dan Perubahan Materi

Bismillahirahmanirrahim …

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Pemisahan Campuran, Sifat materi dan Perubahan Materi

Tujuan Pembelajaran :

  1. Menjelaskan metode pemisahan campuran
  2. Menjelaskan sifat fisika dan sifat kimia
  3. Mendeskripsikan perubahan fisika dan perubahan kimia

A. Metode Pemisahan Campuran

Prinsip pemisahan campuran didasarkan pada perbedaan sifat-sifat fisis zat penyusunnya, seperti wujud zat, ukuran partikel, titik leleh, titik didih, sifat magnetik, kelarutan dan lain sebagainya. Metode pemisahan campuran banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu sebagai berikut:

1. Filtrasi (Penyaringan)
Penyaringan adalah metode pemisahan campuran yang digunakan untuk memisahkan cairan dan padatan yang tidak larut berdasarkan pada perbedaan ukuran partikel zat-zat yang bercampur.
contoh : air dan pasir dapat dipisahkan dari campuran air-pasir dengan cara menyaring
2. Sentrifugasi
Sentrifugasi adalah metode pemisahan yang digunakan untuk memisahkan padatan sangat halus dengan jumlah campuran sedikit.
Contoh :Pemisahan susu menjadi susu krim dan susu skim, pemisahan komponen penyusun darah.
3. Destilasi (Penyulingan)
Destilasi atau penyulingan adalah pemisahan zat-zat dalam campuran dengan memanfaatkan perbedaan titik didih dari zat cair yang bercampur, sehingga saaat menguap setiap zat akan terpisah.
Contoh  : Penyulingan minyak mentah menjadi bensin, pelumas, avtur, hingga aspal dengan pemanasan minyak mentah.
4. Kromatografi
Kromatografi merupakan metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan kecepatan merambat antara partikel-partikel yang bercampur dalam suatu medium diam ketika dialiri suatu medium gerak.
Contoh : rembesan air pada dinding yang menghasilkan garis2 dengan jarak tertentu
5. Sublimasi
Sublimasi atau penyublim adalah proses  perubahan wujud padat ke wujud gas sedangkan zat yang lainnya tidak dapat menyublim. Contoh : Campuran iodin dengan garam dapat dipisahkan dengan cara sublimasi, ampuran kapur barus dan pengotor dipanaskan sehingga kapur barus akan menjadi uap dan memadat kembali setelah didinginkan.
B. Sifat Materi
1. Sifat Fisika
Sifat fisika adalah perubahan yang dialami suatu benda tanpa membentuk zat baru. Sifat fisika dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut.
Sifat fisika antara lain: Wujud zat, warna zat, kelarutan, daya hantar listrik, kemagnetan,  titik didih dan titik lebur
2. Sifat Kimia
Sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda yang membentuk zat baru. Sifat kimia adalah ciri-ciri suatu zat yang berhubungan dengan terbentuknya zat jenis baru.
Sifat kimia antara lain: Mudah terbakar, membusuk, mudah meledak, berkarat, dan Beracun
C. Perubahan Materi
1. perubahan Fisika
Perubahan fisika adalah perubahan materi yang tidak disertai dengan pembentukan zat yang jenisnya baru.
Contoh :
– Beras diubah menjadi tepung beras
– Kayu diubah menjadi kursi
– Gula dilarutkan dalam air
– Bola lampu listrik menyala
– Air berubah menjadi es
2. Perubahan kimia
Perubahan kimia adalah suatu perubahan materi yang menghasilkan jenis dan sifat materi berbeda (baru).
Contoh :
– Singkong menjadi tapai
– Pembakaran kayu
– Makanan basi
– susu diubah menjadi keju
– Perkaratan besi

 

Likes:
20 0
Views:
1158
Article Categories:
IPAKELAS VII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.