Pengolahan Bahan Pangan Hasil Peternakan dan Perikanan

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari bab IV, peserta didik mampu :

  1. Menyampaikan pendapat tentang pengertian, jenis dan manfaat dari bahan pangan hasil peternakan dan perikanan serta bahan setengah jadi dari bahan yang sama sebagai ungkapan rasa bangga dan wujud rasa syukur kepada Tuhan serta bangsa Indonesia
  2. Mengidentifikasi bahan, alat, metode dan proses pengolahan yang digunakan pada pembuatan produk bahan pangan jadi dan setengah jadi dari bahan hasil peternakan dan perikanan di wilayah setempat berdsarkan rasa ingin tahu dan peduli lingkungan.

Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan Menjadi Makanan Siap Saji

Bahan pangan hasil peternakan dan perikanan berupa beragam jenis ikan, udang, cumi, dan rumput laut, daging, telur dan susu yang masih mentah memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membuat bahan pangan tersebut menjadi mudah dan cepat rusak. Oleh karena itu harus dilakukan pengolahan. Cara pengolahan bahan ikan, udang, cumi, rumput laut, daging, telur dan susu yang sering dilakukan berupa pengawetan dengan cara pembekuan, pengeringan, pengasapan, dan curring. Proses pengolahan bahan pangan harus dilakukan dengan baik agar nilai gizinya tidak berkurang/menurun. Penurunan zat gizi dapat terjadi pada proses pengolahan apabila: menggoreng terlalu kering, membakar sampai hangus, dan sebagainya.

Daging sebagai bahan olahan ialah bagian lunak di tubuh hewan yang terbungkus kulit dan melekat pada tulang yang menjadi bahan olahan pangan. Sebagai sumber olahan pangan, berdasarkan warna dasar bahan pangan, daging dapat dibedakan menjadi 2, yaitu daging berwarna putih dan daging berwarna merah. Daging berwarna putih biasanya lebih cenderung berasal dari unggas contohnya ayam, sedangkan daging berwarna merah berasal dari hewan berkaki empat seperti sapi, kerbau, kambing, dan babi.

Jenis Ikan, Udang, Cumi-Cumi, Rumput Laut, Daging, Telur dan Susu

Ikan

Ikan yang banyak hidup di Indonesia berdasarkan ekologinya terbagi menjadi 3, yaitu perairan tawar, perairan payau, dan perairan laut.

Ikan Perairan Tawar

a. Ikan Lele

sumber:klikdokter.com

Ikan lele adalah jenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang berwarna abu-abu sampai kehitaman, kulitnya licin, agak pipih memanjang, serta memiliki “kumis” yang panjang yang mencuat dari sekitar bagian mulut- nya.

b. Ikan Mas

Ikan mas adalah ikan air tawar yang bernilai ekonomis tinggi dan sudah tersebar luas di Indonesia. Bentuk tubuh agak memanjang dan memipih tegak. Mulut terletak di ujung tengah dan dapat disembulkan. Bagian anterior mulut terdapat dua pasang sungut berukuran pendek.

sumber : Cermati.com

c. Ikan Bawal

sumber : jd.id

Ikan bawal adalah ikan berbadan pipih dan berenang secara berkelompok. Bawal sering juga ditemukan beriringan di dasar perairan. Dari arah samping tubuh, bawal tampak membulat (oval). Bagian tubuh ikan bawal berwarna kuning kemerahan.

Ikan Perairan Payau

Ikan perairan payau adalah ikan yang hidupnya di perairan payau. Perairan payau merupakan pencampuran antara perairan tawar dan perairan laut seperti muara. Kadar garam dalam perairan tersebut berkisar 5 – 29 ppm. Jenis-jenis ikan air payau yang sering dikonsumsi sebagai bahan pangan seperti berikut

a. Ikan Bandeng

Ikan bandeng merupakan ikan yang habitat aslinya di laut, tetapi saat ini ikan bandeng sudah banyak dibudidayakan di perairan payau. Ikan bandeng memiliki tubuh memanjang agak gepeng, warna hitam kehijauan dan keperakan
di bagian sisi.

sumber : nilaigizi.com

b. Ikan Kakap

Ikan kakap ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna merah. Ikan kakap putih adalah ikan yang mempunyai toleransi yang cukup besar terhadap kadar garam. Ikan kakap memiliki warna merah cemerlang, mulut lebar, sedikit serong dengan geligi halus, bagian atas penutup insang terdapat lubang kuping bergerigi.

sumber: sukaikan.com

Ikan Perairan Laut

Ikan perairan laut adalah ikan yang hidup di laut dengan salinitas di atas 30 ppm. Ikan laut sangatlah banyak jenis dan ukurannya, dari mulai ukuran terkecil sampai ukuran yang besar.

a. Ikan Tuna

sumber: KajianPustaka.com

Ikan tuna adalah ikan perenang (pernah diukur mencapai 77 km/jam), ukuran tubuhnya kisaran antara 100225 cm. Tubuh ikan tuna tertutup oleh sisik-sisik kecil, berwarna biru tua, dan agak gelap pada bagian atas tubuhnya, sebagian besar memiliki sirip tambahan yang berwarna kuning cerah dengan pinggiran berwarna gelap.

 

b. Ikan Tenggiri

sumber: eprints.polsri.ac.id

Ikan tenggiri memiliki tubuh memanjang dan pipih, bersisik kecil dan tipis dengan warna tubuh belangbelang biru gelap. Ikan tenggiri bermulut besar dengan taring yang tajam, hidup berkelompok dengan tidak jauh dari pantai. Ukuran ikan tenggiri bisa mencapai 1 m – 2,2 m.

c. Ikan kembung

sumber: food.detik.com

Ikan kembung termasuk ikan kecil yang memiliki nilai ekonomis cukup baik. Ikan kembung memiliki warna biru kehijauan di bagian atas dan bagian bawah berwarna putih kekuningan. Dua baris totol-totol hitam pada punggung, satu totol hitam dekat sirip dada. Bagian warna gelap memanjang di atas garis rusuk, dua ban warna keemasan di bawah garis rusuk. Sirip punggung abu-abu kekuningan. Sirip ekor dan dada kekuningan.Sirip-sirip lain bening kekuningan.

 

d. Udang

Udang adalah binatang yang hidup diperairan. Udang dapat ditemukan dihampir semua genangan air yang berukuran besar, apakah itu air tawar, air payau atau air asin. Beberapa jenis udang yang dapat dimakan saat ini sudah banyak dibudidayakan.

1) Udang Jerbung (Penaeus merguiensis)

sumber: blibli.com

Udang ini disebut juga udang putih “White Shrimp” dengan cirri-ciri antara lain: kulitnya putih dan licin, warna putih kekuningan dengan bintik hijau ada pula yang berwarna kuning kemerahan. Terdapat beberapa jenis udang jerbung antara lain: udang peci, udang bamboo, dan udang banana.

2) Udang Flower

Udang flower berwarna hijau kehitaman dengan garis melintang coklat, kulit kakinya berwaran agak kemerahan. Corak warnanya seperti bunga.

sumber: indonetwork.com

3) Udang Windu/Pacet/Tiger (Penaeus monodon)

Udang windu berkulit tebal dan keras, dengan warna hijau kebiruan dan bergaris melintang agak gelap, ada juga yang berwarna kemerah-merahan dengan garis melintang coklat kemerahan.

sumber: news.kkp.go.id

4) Udang Cokong/Tokal/Galah/Fresh Water (Macrobrachium sp)

Udang ini termasuk jenis udang air tawar dan memiliki berbagai macam warna, ada yang hijau kebiruan, hijau kecoklatan dan bercak seperti udang windu tetapi bentuknya lebih bulat.

sumber:freshjump.com

5) Udang Dogol (Metapenaeus monoceros)

Udang dogol berkulit tebal dan kasar. Berwarna merah muda agak kekuningan. Ada yang berwarna kuning kehijauan disebut yellow White Shrimp.

6) Udang Kucing “cat prawn”

Jenis udang ini berukuran kecil-kecil, yang terbesar berukuran 31- 40 ekor/lb. Berwarna hijau dengan garis-garis melintang kuning dan putih. Ada pula yang berwarna kuning dengan garis melintang coklat dan putih pada bagian atasnya.

7) Udang Barong Udang juga disebut lobster,

udang ini dapat mencapai ukuran yang sangat besar yaitu 2 kg. Kulitnya cukup keras berwarna coklat kemerahan, hitam, hitam kemerahan, dan hijau.

8) Udang Rebon

Udang ini berukuran kecil-kecil dan berwarna kemerahmerahan. Udang ini biasanya dibuat sebagai ikan teri.

e. Cumi-Cumi

Cumi-cumi adalah kelompok hewan jenis moluska yang hidup di laut. Bentuk cumi-cumi adalah silinder kerucut memanjang dengan warna bening kaca transparan disertai warna-warna lainnya (unggu, merah atau kuning) sesuai kamufl ase tempat cumi-cumi tinggal. Memiliki 10 tangantangan yang panjang dan bermangkuk penghisap yang berguna untuk menjerat mangsanya. Cumi-cumi termasuk hewan dalam golongan invertebrata (tidak bertulang belakang). Cumi-cumi yang biasa umumnya berukuran 5,1 cm. Namun ada juga cumi-cumi raksasa yang berukuran hingga lebih dari 15 m. Cumi – cumi yang biasa dikonsumsi manusia adalah jenis Loligo Pealei. Ikan cumi-cumi memiliki 3 macam jenis yaitu:

1) Cumi-cumi Sotong

Cumi-cumi sotong adalah sebutan untuk cumi-cumi biasa yang memiliki ukuran tubuh besar dan panjang, dapat mencapai garis tengah lebih dari 5 cm serta panjang tubuh antara 20 cm – 30 cm. Cumi-cumi ini memiliki bentuk agak panjang dan mengerucut pada ujungnya. Hidup pada kedalam air laut di atas 10 meter. Makin dalam biasannya ukuran tubuh cumi-cumi makin besar.

sumber:blibli.com

2) Cumi-cumi Karang/Cumi-cumi Kadut

Cumi-cumi karang atau disebut juga cumi kadut memiliki bentuk tubuh hampir sama dengan cumi-cumi biasa, hanya saja jenis ini lebih besar dan pipih serta berwarna sedikit lebih gelap dan memiliki ciri khas yaitu terdapat sebuah batok/ cangkang dalam punggung badannya yang disebut thothok. Thothok pada cumi karang digunakan untuk makanan burung-burung peliharaan sebagai sumber kalsium. Jenis cumi-cumi ini hidup di tepi pantai yang berkarang atau di tepi pantai yang banyak terdapat tumbuhan lamun.

3) Cumi-cumi Blakutak

Cumi-cumi blakutak memiliki ukuran tubuh yang berbeda dari cumi-cumi umumnya. Postur tubuhnya lebih pendek, melebar dan memiliki tulang punggung yang keras.

f. Rumput Laut

Rumput laut adalah alga makroskospik yang hidup di perairan layaknya alga lainnya. Rumput laut tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati. Seluruh bagian rumput laut di sebut talus (thallus). Karena tidak memiliki akar rumput laut hidup menempel pada pasir, lumpur, kayu, karang mati, dan juga kulit kerang. Rumput laut hidup di perairan laut dangkal hingga kedalaman 200 meter.

Indonesia adalah Negara yang kaya akan keragaman rumput laut dengan jumlah mencapai ratusan species. Rumput laut dikenal sebagai bahan baku pembuatan agar-agar, meskipun dapat pula diolah menjadi olahan yang lain.

Evaluasi

Likes:
13 4
Views:
10878
Article Categories:
KELAS IXPrakarya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.