POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN KEMARITIMAN INDONESIA (Rosyati / VII EFGHIJK) - SMP Negeri 1 Karangampel

POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN KEMARITIMAN INDONESIA (Rosyati / VII EFGHIJK)

MATERI 4
POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN KEMARITIMAN INDONESIA

A. Tujuan Pembelajaran :
1. Menjelaskan pengertian Sumber daya alam dengan menyebutkan contoh sumber daya alam,
2. Menunjukan daerah persebaran hutan yang menghasilkan jenis-jenis kayu di Indonesia,
3. Menyebutkan manfaat hutan dan upaya pelestarian hutan di Indonesia,
4. Menyebutkan macam-macam barang tambang dan persebarannya di Indonesia,
5. Menjelaskan potensi kemaritiman di Indonesia (Perikanan, hutan Mangrove, dan Terumbu Karang)

B. Materi Pembelajaran:
1. Pengerian Sumber Daya Alam
Sumber Daya Alam (Natural Resources) adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat dipakai untuk kepentingan hidupnya. Bahan tersebut dapat berupa benda mati ataupun benda hidup yang bermanfaat bagi kepentingan hidup manusia.
Contoh sumber daya alam: tumbuhan, hewan, air, tanah, udara, minyak bumi, batubara, dll.
Bila dilihat dari proses pembentukan dan sifatnya maka sumber daya alam digolongkan menjadi :
a) Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (Renewable Resources) yaitu sumber daya alam yang apabila dimanfaatkan tidak akan hadis karena proses pembentukannya relatif cepat. Contoh : tumbuhan, hewan, air, tanah, udara dan sinar matahari.
b) Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (Unrenewable Resources) yaitu sumber daya alam yang apabila dimanfaatkan terus menerus akan habis karena proses pembentukanya relatif lama. Contoh : barang tambang dan mineral (minyak bumi, gas, batubara, emas, timah, baoksit, dll)

2. Sumber Daya Hutan
Hutan termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui, namun tetap kita harus menjaga kelestariannya. Di Indonesia potensi hutannya sangat besar mencapai 99,6 juta hektar atau 52,3% dari luas wilayah Indonesia (Data Kemenhut th 2011).
Selain hutan yang luas, hutan Indonesia juga menyimpan kekayaan flora dan fauna (keanekaragaman hayati) yang sangat besar. Bahkan banyak diantaranya merupakan spesies endemik yang hanya ditemukan di wiulayah Indonesia. Hutan memiliki banyak manfaat bagi kehidupan, antara lain:
a) Fungsi Hidrologis : menyimpan air hujan dan mengalirkannya ke sungai dan danau sehingga pada musim kemarau tidak mengalami kekeringan.
b) Fungsi Ekologis : mencegah terjadinya erosi atau pengikisan lapisan tanah karena air hujan tidak langsung jatuh ke tanah dan mengikis tanah bagian atas yang subur.
c) Tempat hidup bagi tumbuhan dan hewan yang menjadi sumber makanan dan obat-obatan bagi manusia.
d) Menghasikan oksigen dan menyerap karbondioksida sehingga dapat menstabilkan suhu udara di permukaan bumi.
e) Fungsi ekonomis : sumber kehidupan bagi masyarakat terutama dari hasil kayu dan hasil lainnya.

3. Barang Tambang
Barang tambang tergolong sumber daya ala yang tidak dapat diperbaharui karena jika kita manfaatkan terus menerus maka akan habis dan proses pembentukannya memerlukan waktu jutaan tahun. Hal ini menuntut kita agar lebih bijak dalam memanfaatkan barang tambang agar keberadaan barang tambang tetap lestari. Jenis-jenis barang tambang dan persebarannya di wilayah Indonesia, antara lain:
a) Minyak Bumi dan Gas : merupakan sumber energi yang utama digunakan dalam kegiatan industri , transportasi, dan rumah tangga. Namun saat ini mulai dikembangkan sumber energi alternatif seperti Bioenergi dari beberapa jenis tumbuhan dan sumber energi lain seperti dari matahari, angin, dan gelombang.
b) Batubara : terbentuk dari batuan sedimen yang berasal dari sisa tumbuhan yang lapuk dan mengendap dalam waktu jutaan tahun dan mengalami proses karboinisasi. Energi yang dihasilkan Batubara dapat digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik, pembakaran pada industri batu bata, genteng, semen, batu kapur, bijih besi, industri kimia, dan keperluan rumah tangga.
c) Baoksit : sumber bijih utama yang menghasilkan Almunium, dimanfaatkan dalam industri keramik, logam, dan metalergi. Daerah penghasil Baoksit antaralain: P Bintan (Kep. Riau), dan P Sebuku (Kalimantan Selatan) .
d) Pasir Besi : dimanfaatkan untuk industri loga besi dan industri semen. Daerah penghasil pasir besi antaralain : Cilacap (Jawa Tengah), Jogjakarta, Gunung Tegak (Lampung), Lombok, Peg. Verbeek (Sulawesi Selatan), dan P Sebuku (Kalimantan Selatan) .

4. Potensi Kemaritiman
Luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 Juta Km2. Di dalam laut tersebut tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya. Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan, tetapi juga barang tambang seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, bijih besi, timah, dan lainnya yang terdapat di bawah permukaan laut. Macam-macam potensi sumber daya kemaritiman di Indonesia, meliputi : perikanan, hutan mangrove, dan terumbu karang.
a) Perikanan : kegiatan perikanan laut merupakan potensi sumber daya laut di Indonesia sejak dulu telah dimanfaatkan oleh penduduk. Laut Indonesia memiliki Angka Potensi Lestari yang cukup besar (6,4 Juta ton per tahun). Angka Potensi Lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mengurangi populasi ikan.
Berdasarkan aturan Internasional jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari atau sekitar 5,12 juta ton per tahun. Jika dilihat dari hasil tangkapan jenis ikan, maka terdapat perbedaan antara wilayah laut bagian barat dengan bagian timur. Perairan bagian barat banyak menghasilkan jenis ikan pelagis kecil, sedangkan perairan bagian timur menghasikan jenis ikan pelagis besar.
b) Hutan Mangrove : dari bentuk wilayah Kepulauan maka Indonesia memiliki garis pantai yang cukup panjang (99.030 Km), di wilayah pesisir inilah dijumpai potensi kemaritiman berupa hutan bakau atau hutan mangrove di sepanjang pantai . Hutan mangrove adalah tipe hutan yang berada di daerah pasang surut air laut. Hutan mangrove bebas dari genangan air laut, dan tumbuh baik pada pantai yang terlindung, muara sungai atau laguna. Hutan mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai tempat hidup (habitat) binatang laut dan melindungi abrasi pantai. Selain itu juga memiliki fungsi konomis yaitu dari hasil hutan berupa kayu atau lainnya yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan hidup masyarakat sekitar.
c) Terumbu Karang : merupakan batuan sedimen yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan dari koral (binatang yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral membentuk koloni maka terbentuklah Terumbu Karang. Indonesia merupakan negara yang memiliki terumbu karang paling luas di dunia seluas 284,3 ribu Km2 atau setara dengan 18% dari luas terumbu karang di dunia. Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya luasnya saja tetapi dari keanekaragaman hayati yang ada di dalannya. Di dalam terumbu karang memiliki potensi 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska, 1.500 jenis udang, dan 590 jenis karang. Wilayah perairan Indonesia banyak ditumbuhi terumbu karang karena sifat perairannya sesuai dengan syarat tumbuhnya terumbu karang, yaitu:
1. Suhu perairan laut antara 21-29C dan airnya jernih
2. Kedalaman lautnya dangkal.

C. Media Pembelajaran
1. Peta Persebaran Hutan di Indonessia

2. Peta Persebaran Barang Tambang di Indonesia

3. Peta Persebaran Jenis Ikan di Indonesia

4. POTENSI SUMBER DAYA ALAM DAN KEMARITIMAN iNDONESIA

D. Latihan Soal

Likes:
69 8
Article Categories:
IPSKELAS VIIPelajaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Demo Title

Demo Description


Introducing your First Popup.
Customize text and design to perfectly suit your needs and preferences.

This will close in 20 seconds