Semangat Pendiri Negara dalam Merumuskan dan Menetapkan Pancasila sebagai Dasar Negara

Materi untuk hari Senin , 16 Agustus 2021 ( VII –  A , C , E , G , I , K ) dan

hari Kamis , 19 Agustus 2021 ( VII – B , D , F , H , J )

KD. 2.1 Mengembangkan sikap bertanggung jawab dan berkomitmen sebagai warga Negara

Indonesia seperti yang di teladankan para pendiri Negara dalam Perumusan dan

Penetapan Pancasila sebagai dasar Negara.

Tujuan Pembelajaran :

Setelah proses pembelajaran ini di harapkan siswa akan dapat :

  1. Mensyukuri perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
  2. Menghargai perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
  3. Menganalisis perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
  4. Melihat komitmen kebangsaan para pendiri negara dalam perumusan dan penetapan Pancasila sebagai dasar negara
  5. Melaksanakan tanggung jawab atas keputusan bersama dengan semangat konsensustokoh nasional dalam perumusan Pancasila

 

B. Nilai Semangat Pendiri Negara

Sebelum kalian mempelajari tentang semangat kebangsaan para pendiri negara dalam perumusan dan penetapan Pancasila, telaah dan pelajari nilai semangat dalam diri sendiri dan orang lain. Semangat mengandung arti tekad dan dorongan hati yang kuat untuk menggapai keinginan atau hasrat tertentu. Para pendiri negara merupakan contoh yang baik dari orang-orang yang memiliki semangat yang kuat dalam membuat perubahan, yaitu perubahan dari negara terjajah menjadi negara yang merdeka dan sejajar dengan negara-negara lain di dunia. Agar penghayatan kalian terhadap Pancasila lebih baik, lihatlah ruang kelas kalian!

Semangat kebangsaan harus tumbuh dan dipupuk oleh setiap warga negara Indonesia. Hal ini harus tumbuh dalam diri warga negara untuk mencintai dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara. Seseorang yang memiliki rasa kebangsaaan Indonesia akan memiliki rasa bangga sebagai warga negara Indonesia. Kebanggaan sebagai bangsa dapat kita rasakan, misalnya ketika kalian mengikuti upacara bendera di sekolah. Kalian menyaksikan bendera berkibar dengan megahnya di lapangan sekolah kalian. Demikian juga ketika bendera Merah Putih berkibar dalam kejuaraan olahraga antar negara.

Keberhasilan bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya, merupakan salah satu bukti cinta para pahlawan terhadap bangsa dan negara. Bukti cinta yang dilandasi semangat kebangsaan diwujudkan dengan pengorbanan jiwa dan raga segenap rakyat untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dari penjajah. Semangat kebangsaan disebut juga sebagai nasionalisme dan patriotisme. Nasionalisme adalah suatu paham yang menganggap bahwa kesetiaan tertinggi atas setiap pribadi harus diserahkan kepada negara kebangsaan atau nation state. Ada dua jenis pengertian nasionalisme, yaitu nasionalisme dalam arti sempit dan nasionalisme dalam arti luas :

Nasionalisme dalam arti sempit disebut juga dengan nasionalisme negatif karena mengandung makna perasaan kebangsaan atau cinta terhadap bangsanya yang sangat tinggi dan berlebihan, sebaliknya memandang rendah terhadap bangsa lain. Nasionalisme dalam arti sempit disamakan dengan Chauvinisme. Hal ini pernah dipraktikan oleh Jerman pada masa Hitler tahun 1934-1945. Ia menganggap Jerman di atas segala-galanya (Deutschland Uber Alles in der Wetf).
Jenis nasionalisme yang kedua adalah nasionalisme dalam arti luas atau yang berarti positif. Nasionalisme dalam pengertian ini adalah perasaan cinta yang tinggi atau bangga terhadap tanah air dan tidak memandang rendah bangsa lain. Saat mengadakan hubungan dengan negara lain, selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta menghormati kedaulatan negara lain.
Patriotisme berasal dari kata patria, yang artinya tanah air. Kata patria kemudian berubah menjadi kata patriot yang artinya seseorang yang mencintai tanah air. Oleh sebab itu patriotisme berarti semangat cinta tanah air atau sikap seseorang yang bersedia mengorbankan segala-galanya untuk mempertahankan bangsanya. Sikap ini muncul setelah lahirnya nasionalisme, namun antara nasionalisme dan patriotisme umumnya diartikan sama. Jiwa patriotisme telah tampak pada sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Hal itu antara lain diwujudkan dalam bentuk kerelaan para pahlawan bangsa untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan mengorbankan jiwa dan raga. Jiwa dan semangat bangsa Indonesia untuk merebut kemerdekaan sering juga disebut sebagai ”jiwa dan semangat ’45”. Adapun hal-hal yang terkandung dalam jiwa dan semangat ‘45 diantaranya adalah sebagai berikut:

Pro Patria dan Primus Patrialis, artinya mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah air.
Jiwa solidaritas dan kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan.
Jiwa toleransi atau tenggang rasa antaragama, antarsuku, antargolongan dan antarbangsa.
Jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab.
Jiwa ksatria dan kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam.
Nasionalisme dan patriotisme dibutuhkan bangsa Indonesia untuk menjaga kelangsungan hidup dan kejayaan bangsa serta negara. Kejayaan sebagai bangsa dapat dicontohkan oleh seorang atlet yang berjuang dengan segenap jiwa dan raga untuk membela tanah airnya. Contoh lainnya adalah semangat yang dimiliki para pendiri negara dalam merumuskan Pancasila. Mereka memiliki semangat mendahulukan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi ataupun golongan.

 

Silahkan kalian menuliskan terlebih dahulu KD (Kompetensi Dasar 2.1) yang ada di atas , lalu setelah menuliskan KD kalian bisa mempelajari materi yang ada diatas , lalu kalian rangkum dan jawablah pertanyaan – pertanyaan berikut ini dengan tepat !

  1. Apa yang dimaksud dengan Nasionalisme ?
  2. Apa perbedaan antara Nasionalisme dengan Patriotisme ?
  3. Apa semangat kita sebagai calon pendiri negara ?
  4. Bagaimana proses didirikan nya para pendiri negara ?
  5. Bagaimana proses terbentuknya PPKI ? Jelaskan !

 

Rangkuman dan Jawaban silahkan kalian tulis pada buku tugas PPKn kemudian kalian foto jangan lupa dituliskan nama , kelas dan tanggal  atau bulan lalu kirimkan ke GoogleClassroom.

Likes:
59 13
Views:
4939
Article Categories:
KELAS VIIPPKN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.