Sistem Klasifikasi 5 Kingdom Whittaker (7G-7K)

Assalamualaikum…

Sebelumnya di part 1 membahas tentang ciri-ciri makhluk hidup. Semoga semuanya sudah memahami ya,,, sekarang kita lanjutkan ke materi selanjutnya, Let’s Go…

Tujuan Pembelajaran :

  • Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat megklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan prinsip klasifikasi
  • Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat mengklasifikasikan 5 kingdom Whittaker
  • Setelah mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat membuat Mind Map sistem klasifikasi 5 kingdom Whittaker

 

Sistem Klasifikasi 5 Kingdom Whittaker

Orang yang pertama kali mencetuskan dasar-dasar klasifikasi adalah Carolus Linnaeus, seorang ahli biologi asal Swedia. Dia mencoba mengelompokkan makhluk hidup menjadi dua kelompok besar; hewan dan tumbuhan. Dua kelompok ini, pada akhirnya menjadi sebuah kingdom yang disebut dengan Animalia (hewan) dan Plantae (tumbuhan).

pada tahun 1969, Robert H Whittaker mengemukakan sistem klasifikasi 5 kingdom. Kingdom tidak lagi hanya terbatas pada Animalia dan Plantae saja, tetapi juga Monera, Protista, dan Fungi atau jamur. Supaya kita lebih mudah memahami sistem klasifikasi ini, mari kita bahas satu per satu ya..

1. Animalia (Hewan)

ciri-ciri dari anggota Animalia:

  • Merupakan organisme eukariotik, yaitu memiliki membran inti.
  • Bersifat multiseluler, yaitu memiliki sel banyak.
  • Heterotrof, artinya tidak dapat membuat makanan sendiri, sehingga membutuhkan bahan organik lain untuk kebutuhan nutrisinya.
  • Motil, yaitu bisa bergerak.
  • Umumnya bereproduksi secara seksual, namun ada yang dengan cara aseksual.

Adapun klasifikasi kingdom animalia yang vetebrata tidak memiliki tulang belakang dan memiliki tulang belakang:

1. Invertebrata

Kelompok hewan memiliki ciri-ciri tidak bertulang belakang, susunan syaraf terletak di bagian ventral (perut) di bawah saluran pencernaan, umumnya memiliki rangka luar (eksoskeleton) dan otak tidak dilindungi oleh tengkorak.

a. Annelida (Cacing Gelang)

Annelida adalah hewan triploblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi, sistem saraf tangga tali yaitu sistem saraf.

Hewan ini terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring dan tali saraf yang menembus segmen tubuh serta memiliki sistem ekskresi.

Annelida tidak memiliki sistem respirasi, bersifat hemafrodit atau gonokoris alat kelamin jantan.

Hidup pada perairan bebas tawar, laut, lembab, rawa, lembab atau parasit.

Contoh

cacing tanah, cacing wawo, cacing palolo, lintah, dan pacet.

b. Coelenterata (Hewan Berongga)

Coelenterate adalah hewan multiseluler diploblastik yang tubuhnya telah terbentuk jaringan, berbentuk polip atau medusa dengan tentakel berpenyengat, memiliki rongga pencernaan, sistem saraf sederhana dan tidak memiliki sistem ekskresi.

Adanya tentakel yang digunakan untuk menagkap mangsa.

Coenlenterata adalah hewan laut dan bereproduksi dengan pembentukan tunas oleh polip (gamet oleh medusa atau polip)

Contoh

hydra, koral, polip dan jellyfish atau ubur-ubur.

c. Mollusca (Hewan bertubuh lunak)

Mollusca adalah hewantriploblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak, hidup bebas di laut, air tawar maupun darat.

Bercangkang, tubuh terdiri dari kaki, sistem percernaan yang lengkap, respirasi dengan insang atau rongga mantel.

Hidup di tempat lembab. Memiliki alat kelamin masing-masing jantan dan betina.

Contoh

kerang, gurita, cumi-cumi, sotong, siput darat, siput laut, chiton.

d. Nemathelminthes (Cacing gilig)

Nemathelminthes adalah hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral berbentuk bulat panjang dilapisi kutikula dengan sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki sistem respirasi dan ekskresi.

Hidupnya bebas ata parasit di tanah yang basah, sawah, rawa bahkan bebas di air laut.

Hewan ini parasit bagi hewan, manusia atau tumbuhan.

Contoh

cacing perut, cacing kremi, cacing tambang, cacing filaria.

e. Platyhelminthes (cacing pipih)

Platyhelminthes adalah hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, memiliki sistem saraf, sistem pencernaan dengan satu lubang, tidak memiliki sistem sirkulasi, respirasi dan ekskresi.

Hidupnya bisa di air tawar dan air laut.

Bereproduksi dengan seksual secara sendiri atau silang, reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenerasi.

Hewan ini adalah hewan parasit.

Contoh

cacing getar, cacing pita, cacing isap

f. Porifera

Porifera adalah hewan multiseluler dengan tubuh berpori, jaringan yang belum terbentuk, memiliki rangka serta saluran udara.

Cenderung hewan air laut memperoleh makanannya dari air yang masuk ke pori-pori.

Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi. Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.

Contoh

Sycon, Clathrina, Euspongia, Spongia

2. Vertebrata

Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang.

Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis).

Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae).

Berikut ini adalah animal vetebrata:

a. Amfibi

Amfibi adalah hewan yang dapat hidup di darat dan udara.

Namun tidak semua jenis Amfibi hidup di dua tempat kehidupan. Beberapa jenis katak, salamander, dan caecilian ada yang hidup di air dan ada yang hanya di darat.

Namun secara keseluruhan, habitatnya dekat dengan udara dan tempat-tempat yang lembap seperti rawa dan hutan hujan tropis.

Hewan ini bernafas dengan insang dan paru-paru dan memiliki suhu badan poikiloterm, berkembang biak dengan bertelur (ovipar) dan pembuahan yang terjadi di luar tubuh (eksternal).

Contoh

kata sawah, salamander, kodok

b. Aves

Aves memiliki suhu badan tetap, tidak terpengaruh suhu lingkungan.

Memiliki tubuh administrator melindungi tubuh dan bulu yang membentuk sayap yang digunakan untuk terbang.

Tulangnya berongga sehingga ringan.

Berkembang biak secara bertelur (ovipar) dan pembuahan di dalam tubuh. Telur aves bercangkang dan memiliki kuning telur yang besar.

Bernafas dengan paru-paru dan memiliki pundi-pundi udara yang membantu pernafasan saat terbang.

Contoh

ayam, kasuari, pinguin, bebek, angsa.

c. Mamalia

Mamalia adalah hewan admin atau berambut pirang.

Mamalia adalah hewan yang berkembang biak dengan melahirkan. televisi platipus bertelur. Mamalia disebut juga hewan sedang menyusui karena anaknya menyusui.

Hewan ini memiliki suhu tubuh homoiterm (suhu tubuh tetap) dan bernafas dengan paru-paru.

Mamalia memiliki otak yang lebih berkembang dibandingkan dengan hewan vertebrata yang lain.

Contoh

sapi, kerbau, kambing

d. Pisces

Potongan atau ikan memliki tulang punggung belakang. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya.

Pisces adalah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu tempat hidupnya.

Bagian luar dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Ikan bernafas menggunakan insang. Pisces berkembang biak dengan bertelur (ovipar).

Berdasarkan jenis tulangnya ikan dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu :

  1. Chondrichthyes atau ikan tulang rawan, contoh : ikan pari, ikan hiu dan ikan cucut.
  2. Osteichthyes atau ikan tulang keras, contoh : ikan mas, ikan gurami, ikan tongkol.

e. reptil

Reptil adalah vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering.

Reptilia memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin) yang berfungsi mencegah kekeringan, anggota berjari lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga tau empat, menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan poikiloterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur bercangkang.

Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu:

  • Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang),
  • Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik)
  • Buaya (bangsa buaya)
Contoh

ular, buaya, kadal, kura-kura, cicak.

2. Plantae (Tumbuhan)

Ciri-Ciri Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kingdom Plantae mempunyai ciri-ciri khusus yang menjadikan Kingdom yang satu ini berbeda dengan Kingdom Animalia. Ciri-ciri tersebut yaitu sebagai berikut :

  • Pada dinding sel yang tersusun oleh selulosa.
  • Mempunyai klorofil yang fungsinya untuk fotosintesis.
  • Karena mempunyai klorofil, oleh karena itu kingdom plantae yang bersifat autotrof (bisa membuat makanan sendiri) dengan bantuan cahaya sinar matahari.
  • Eukariot
  • Bersifat Multiseluler
  • Dapat menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati)
  • Dapat mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.

Klasifikasi Plantae

Bryophyta (Tumbuhan Lumut)

Bryophyta dapat disebut juga dengan sebutan lumut, tumbuhan yang biasanya ada pada tempat lembap dan hidup secara autotrof.

Meski begitu, sebetulnya kelompok tumbuhan ini tidak memiliki akar, batang, maupun daun sejati. Bahkan, mereka tidak memiliki jaringan xilem dan floem, lho! Bryophyta terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Lumut hati

Lumut yang berbentuk selayaknya hati manusia ini bereproduksi secara aseksual melalui fragmentasi pada pembentukan kuncup dan sporanya serta secara seksual melalui fertilisasi antara sperma dan ovum. Contoh lumut hati ialah Marchantia polimorpha.

2. Lumut tanduk

Lumut yang memiliki kapsul memanjang yang tumbuh menyerupai tanduk dari gametofitnya ini biasa disebut dengan Anthoceropsida. Contoh lumut tanduk ialah Anthoceros laevis.

3. Lumut daun

Lumut yang hidup berkelompok dan membentuk hamparan tebal ini disebut juga lumut sejati karena bentuk tubuhnya menyerupai tumbuhan dengan akar, batang, dan daun. Contoh lumut daun ialah Spagnum.

Bryophyta memiliki sejumlah manfaat, misalnya, beberapa spesiesnya dapat dimanfaatkan untuk mengobati kulit, mata, hingga penyakit hati. Adanya lumut di hutan hujan juga bermanfaat sebagai penahan erosi sekaligus untuk membantu penyerapan air.

Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Berbeda dari tumbuhan lumut yang tidak memiliki organ sejati maupun jaringan pengangkut, kelompok tumbuhan paku sudah memiliki organ sejati yang disertai dengan jaringan xilem dan floem pula. Tumbuhan paku terbagi menjadi empat, yaitu:

1. Paku purba

Sesuai namanya, jenis paku purba sudah hampir punah. Hanya ada 10 hingga 13 spesies tersisa. Paku purba hanya menghasilkan satu jenis spora. Contoh paku purba ialah Rynia.

2. Paku kawat

Saat ini, terdapat sekitar seribu spesies paku kawat. Paku kawat dapat menghasilkan dua jenis spora dengan gametofit tidak berklorofil uniseksual maupun biseksual. Contoh paku kawat ialah Selaginela.

3. Paku ekor kuda

Saat ini, hanya ada sekitar 15 spesies paku ekor kuda, paku yang bentuknya batang seperti ekor kuda. Paku ekor kuda hanya menghasilkan satu jenis spora. Gametofit paku ekor kuda memiliki klorofil dan bersifat biseksual. Contoh paku ekor kuda ialah Equisetum.

4. Paku sejati

Terdapat hingga 12.000 spesies paku sejati di dunia. Sesuai namanya, paku sejati memiliki akar, batang, serta daun sejati. Contoh paku sejati ialah Adiantum cuneatum.

Pteridophyta berkembang biak dengan spora yang dihasilkan pada sporofil. Ada jenis tumbuhan paku yang bahkan dapat menghasilkan dua jenis spora alias heterospora. Gametofit pada tumbuhan paku dapat memiliki sifat berbeda—ada yang uniseksual dan biseksual.

Kelompok tumbuhan ini memiliki sejumlah manfaat, di antaranya, dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanaman padi, dijadikan tanaman hias, sayur-sayuran, dan obat luka.

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Kelompok tumbuhan satu ini disebut sebagai tumbuhan berbiji karena bakal individu barunya bermula dari biji. Sama seperti Pteridophyta, kelompok tumbuhan ini juga memiliki akar, batang, serta daun sejati. Biji yang merupakan cikal bakal tumbuhan ini berasal dari strobilus atau bunga.

Tumbuhan berbiji dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis yaitu:

1. Tumbuhan berbiji terbuka

Yang dimaksud dengan berbiji terbuka adalah tumbuhan dengan biji yang tidak ditutupi oleh bakal buah. Ciri-cirinya antara lain:

    • Memiliki bentuk perakaran tunggang;
    • Tidak memiliki bunga sejati;
    • Memiliki daun yang sempit, tebal, dan kaku;
    • Memiliki alat perkembangbiakan berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung; dan
    • Memiliki serbuk sari dalam strobilus jantan dan sel telur dalam strobilus betina.

Tumbuhan berbiji terbuka dibagi lagi ke dalam empat kelas, yaitu:

  • Cycadinae, contohnya Cycas rumphii atau pohon pakis haji.
  • Ginkgoinae, dengan hanya satu spesies, yaitu Ginkgo biloba.
  • Coniferinae Coniferales, contohnya Agathis alba atau pohon damar.
  • Gnetinae, contohnya Gnetum gnemon atau pohon melinjo.

2. Tumbuhan berbiji tertutup

Berbeda dari tumbuhan berbiji terbuka dengan biji yang tidak ditutupi bakal buah, tumbuhan biji tertutup memiliki biji yang terdapat dalam bakal buah. Ciri-cirinya antara lain:

  • Memiliki bunga sejati; dan
  • Memiliki daun berbentuk pipih dan lebar dengan tulang daun menjari, melengkung, menyirip, atau sejajar.

Tumbuhan berbiji tertutup dibagi lagi ke dalam dua kelas, yaitu:

  • Dikotil, contohnya tanaman singkong, petai, tomat, jeruk bali, kapas, jambu air, dan bunga matahari.
  • Monokotil, contohnya tanaman padi, kelapa, jahe, nanas, dan angg

3. Monera

Whittaker menggolongkan makhluk hidup yang berukuran mikroskopis berkisar antara 1-10 mikrometer ke dalam kingdom Monera. Kira-kira seukuran apa tuh? Pastinya kecil banget. Untuk melihatnya saja, kita butuh mikroskop dengan perbesaran lebih dari 1000 kali, lho!

Ciri-ciri dari Monera :

  • bersel satu, selnya tidak mempunyai membran inti (prokariotik)
  • berkembang biaknya dengan membelah diri.                                                                Makhluk hidup yang tergolong ke dalam Monera adalah :

1). Bakteri

2). Alga hijau-biru.

 

4. Protista

   Protista merupakan kelompok makhluk hidup yang mirip dengan kingdom Monera. Perbedaan utamanya hanyalah pada membran intinya. Berbeda dengan monera, kingdom Protista memiliki membran inti (eukariotik). Ukurannya tergolong cukup beragam. Mulai dari yang berukuran mikroskopis sampai makroskopis (dapat dilihat tanpa bantuan mikroskop).

Ciri-ciri dari kingdom Protista :

1). Memiliki ukuran Mikroskopis & Makrokopis

Organisme yang berukuran mikroskopis yaitu ialah organisme yang berukuran sekitar 5 μm sampai dengan 3 mm. Selain itu, ada yang berukuran makroskopis dengan ukuran Panjang 60 meter bahkan lebih.

2).  Tipe Sel Eukariotik

Protista mempunyai membran inti sehingga disebut sebagai sel eukariotik. Sel yang telah bermembran inti, namun Protista adalah makhluk hidup prokariotik yang paling sederhana tetapi jauh lebih kompleks dalam hal struktur, fungsi, tingkah laku dan ekologinya jika dibandingkan dengan Archaebacteria dan Eubacteria.

3). Hidup Bebas / Simbiosis

Kingdom Protista bisa hidup bebas dengan cara menguntungkan satu dengan yang lainnya. Tetapi juga bisa bersifat parasite bagi organisme lainnya yang demikian itu akan mengakibatkan banyak penyakit di sekitarnya.

4).  Umumnya Uniseluler

Kingdom Protista terdiri dari satu sel atau uniseluler. Namun ada juga yang multiseluler atau memiliki sel banyak. Dalam penelitian kingdom Protista yang bersel banyak atau multiseluler akan hidup dengan cara berkelompok (membentuk Koloni).

5). Habitat Umumnya di Tempat Lembab

Bukan hanya bertempat di air tawar, di laut yang kadar garamnya banyak Protista juga dapat hidup. Protista yang hidup di laut sebagian besar bertindak sebagai fitoplankton yang menjadi kontributor utama dalam penyediaan energi jaring-jaring makanan.

6). Bersifat Motil

Ada sebagian Protista yang memiliki alat gerak seperti flagel (bulu cambuk), silia (rambut getar), dan pseudopodia (kaki semu). Dengan demikian Protista bisa juga di sebut dengan motil yang bergerak bebas.

7). Bersifat Aerob dan Anaerob

Bersifat aerob karena membuthkan oksigen dalam proses respirasi yang bertempat pada mitokondria. Bersifat anaerob karena tidak membutuhkan oksigen pada respirasi dengan bersimbiosis bersama bakteri yang bersifat aerob.

8). Bersifat Heterotrof

Bersifat heterotrop sebab dalam memperoleh makanan dengan mengabsorsi molekul organik dan sebagian lagi bersifat fotoautotrof karena mempunyai kloroplas sebagai tempat untuk menangkap energi matahari.

Klasifikasi Protista :

1). Protista mirip  hewan (protozoa) 

2). Protista mirip tumbuhan (alga)

3) Protosta mirip Jamur

Gambar protista mirip hewan (Protozoa)

Gambar Protista mirip tumbuhan (alga)

5. Fungi (Jamur)

Kamu tentunya sudah tidak asing dengan jenis-jenis jamur yang bisa dimakan. Misalnya, jamur enoki , jamur shitake , atau bahkan jamur truffle yang harganya sangat mahal itu. Ternyata, jamur-jamur tersebut bukan termasuk jenis tumbuhan, lho. Semua jenis jamur yang ada di dunia ini masuk dalam klasifikasi kingdom fungi.

Ciri-Ciri Kingdom Fungi

Setiap kelompok jamur sebenarnya memiliki ciri khasnya masing-masing. Namun, ciri-ciri jamur secara umum yang hampir dimiliki seluruh spesiesnya adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki hifa, atau benang halus yang tersusun dari rangkaian sel yang terbentuk dari pertumbuhan spora. Hifa pada jamur bisa tunggal maupun bercabang. Kumpulan hifa jamur disebut miselium.
  2. Memiliki dan memproduksi spora.
  3. Berkembang biak secara seksual maupun aseksual.
  4. Struktur tubuh jamur berfilamen. Dinding selnya mengandung zat kitin, glukan, selulosa

Klasifikasi Fungi

1). Zygomycota

Zygomycota merupakan kelompok jamur yang membentuk spora istirahat berdinding tebal yang dikenal dengan zigospora . Anggota zygomycota umumnya adalah jamur yang hidup saprofit, yaitu mendapatkan makanan dari organisme yang sudah busuk atau mati. Kelompok fungi ini memiliki banyak inti sel dan terdiri atas hifa tidak bersekat. Contohnya, Rhizopus Oryzae dan Mucor Javanicus .

2). Ascomycota 

Ascomycota memiliki ciri khusus yaitu memiliki talus yang terdiri dari miselium bersekat. Dinding selnya terdiri dari zat kitin. Kelompok ini memiliki sifat uniseluler atau multiseluler. Anggota ascomycota ada yang hidup saprofit, parasit, maupun simbiosis.

Secara umum, anggotanya meliputi 3 kelas, yaitu Hemiascomycetes , Plectomycetes, dan Pyrenomycetes. Contohnya, Aspergillus fumigatus dan Penicillium (Plectomycetes), serta Neurospora untuk pembuatan oncom (Pyrenomycetes).

3). Basidiomycota 

Klasifikasi jamur basidiomycota mencakup sebagian besar spesies makroskopis dan sangat mencolok. Jamur ini sering dijumpai di tanah lapang dan di hutan-hutan. Ciri khususnya memiliki hifa bersepta dengan sambungan apit. Spora seksualnya dihasilkan di atas struktur dengan bentuk gada, yang dikenal dengan istilah basidium. Anggota basidiomycota hidup sebagai saprofit dan parasit terhadap organisme lain. Contohnya, Volvariella volvacea (jamur padi).

4). Deuteromycota 

Deuteromycota merupakan kelompok jamur yang berkembang biak secara aseksual. Memiliki hifa bersekat dan hidupnya menempel di sisa-sisa makanan. Tetapi, ADA Beroperasi Deuteromycota Tertentu bersifat parasit Dan merugikan biota lain. Misalnya, Candida albicans atau jamur yang menyebabkan penyakit infeksi pada saluran reproduksi wanita.

TUGAS

Setalah memahami materi diatas

  • Buatlah Mind Map Klasifikasi 5 Kingdom sesuai materi di atas
  • Kerjakan di buku catatan atau kertas HVS
  • Buat semenarik mungkin (boleh diwarnai)
  • Tugas dikirimkan di Google Classroom
  • Batas pengiriman tugas  : Rabu, 01 September 2021, Pukul 17.00 WIB

Contoh Mind Map :

Likes:
41 4
Views:
1854
Article Categories:
IPAKELAS VII

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.